RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian punya gaya yang unik dalam memotivasi para pemimpin daerah di Tanah Air. 

Ia menggunakan kombinasi humor dan data dalam menegur mereka yang berkinerja kurang menggembirakan. Yang ditegur tidak merasa kehilangan muka. Pada saat yang sama, pesan tegas yang disampaikan mengena dan tak dapat dibantah.

Hal itu terlihat ketika ia memberikan pengarahan di hadapan para bupati dan walikota seSumatera Utara di Medan, (3/07). 

Dalam kunjungan kerja dengan Menko Polhukam Prof, Mahfud MD tersebut, Tito Karnavian menggunakan, kesempatan itu untuk mengecek detail pencairan sisa anggaran untuk Pilkada dari APBD ke KPUD, Bawasluda dan Pasukan pengamanan-Polri/ TNI. 

Bukan rahasia lagi bahwa anggaran yang termaktub dalam Naskah Hibah Pemerintah Daerah (NHPD) itu sesungguhnya sudah ada. Namun ada daerah yang ‘menahan’ pencairannya dengan berbagai alasan. 

Berita Terkait : Ada Anak Presiden, Ada Istri Bupati

Padahal, waktu pelaksanaan tahapan Pilkada sudah mendesak. Sementara masih ada daerah yang pencairan NHPD-nya di bawah 20 persen. Namun, Tito tetap terlihat tenang dan rileks di hadapan para bupati dan walikota. 

Berbekal data yang rinci dan akurat, disertai gaya humor yang santun, mantan Kapolri itu berhasil memotivasi dan menegur para bupati dan walikota, tanpa perlu membuat mereka tersinggung. 

Dari mimbar, Tito membeberkan angka-angka pencapaian daerah, yang membuat tak ada satu pun bupati dan walikota yang dapat membantah. 

“Ada beberapa (daerah) yang cukup memprihatinkan. Apakah karena dananya nggak ada, saya nggak ngerti. Yaitu pertama, Mandailing Natal. Ini realisasi untuk KPU baru 10,67 persen, Kemudian Bawaslunya 20 persen,” kata Tito dari mimbar. 

“Tolong teman-teman, mari kita teriakkan uuuu dulu kepada teman kita dari Mandailing Natal,” lanjut guru besar Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian untuk kajian kontraterorisme itu. 

Berita Terkait : Tito Warning Kepala Daerah Tak Salah Gunakan Bansos Untuk Pilkada

Para bupati dan walikota yang berada di ruangan pun serentak berteriak uuuu. Tidak sampai di situ, Tito kembali mengkonfirmasi data yang dimilikinya kepada Bupati Mandailing Natal yang hadir pada kesempatan tersebut. 

“Betul ya Pak, Bapak baru (mencairkan) 10,67 persen kepada KPUD. Dan kepada Bawasluda baru 20 persen. Betul ya Pak?” tanya Tito. 

Bupati Mandailing Natal yang sudah sempat berdiri, sejenak mengambil selembar kertas di atas mejanya, dan memastikan data yang disampaikan oleh Tito. Setelah Bupati mengangguk. 

“Betul Pak,” kata dia. 

Selanjutnya, sebelum Tito berbicara lebih lanjut, sang bupati berusaha meyakinkan Tito bahwa ia akan meningkatkan kinerjanya sesuai dengan yang diharapkan. 

Berita Terkait : Jelang Pilkada, Kepala Daerah Jangan Poles Citra dengan Dana Penanganan Corona

“Tanggal 7 Juli 2020 nanti akan 100 persen Pak,” kata dia. 

Tito menyambut positif janji bupati. “Terima kasih Pak, terima kasih.” Namun, ia juga menekankan bahwa ada banyak orang di ruangan itu yang mencatat dan menjadi saksi janji bupati. [DIR]