RMco.id  Rakyat Merdeka - Meski kalung anti corona dikritik dan dihujat habis-habisan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo cuek saja. Bahkan, kemarin, dia masih berani memamerkan kalung tersebut saat rapat dengan komisi IV DPR.

Syahrul dan rombongan tiba di kompleks DPR sekitar pukul 10 pagi. Menteri asal Nasdem ini tampil rapi. Batik lengan panjang warna merah, bawahan hitam dengan kacamata bening menghias wajahnya. Pin menteri tersemat di dada kirinya.

Berita Terkait : Tingkatkan Budidaya Anggrek, Mentan Dorong Perusahaan Eka Karya Graha Flora Buka Akses Pasar Secara Luas

Satu hal yang terlihat mencolok dari penampilannya adalah kalung bertali warna hijau yang menggantung di lehernya. Ujungnya bukan kartu identitas. Melainkan kalung eucalyptus anti corona yang diperkenalkannya beberapa hari lalu.

Saat rapat akan dimulai, rupanya hampir semua rombongan Kementan yang hadir mengenakan kalung tersebut. Ada yang menggantungkannya begitu saja. Ada juga yang memasukkannya ke saku baju.

Berita Terkait : DPD Minta Menteri Syahrul Fokus Saja Ngurusin Pangan

Pukul 10.25 pagi, Ketua Komisi IV DPR, Sudin membuka rapat. Ini adalah rapat pertama tatap muka setelah rapat sebelumnya digelar secara virtual. Agendanya membahas progres Laporan program strategis Kementan dalam rangka percepatan pemulihan corona. Ia lalu mempersilakan Syahrul menyampaikan materi rapat.

Saat sesi tanya jawab, barulah peserta rapat mengomentari kalung kontroversi itu. Macam-macam komentarnya. Ada yang keras menyindir, ada yang cuma memberi saran.

Berita Terkait : Senayan Hargai Kementan

Kritik paling pedas disampaikan oleh Mindo Sianipar. Politikus asal PDIP ini mengaku tidak yakin dengan kalung tersebut bisa menangkal virus corona. Menurut dia, kalung itu belum teruji. Karena itu, dia minta Syahrul melepaskan kalung tersebut. Alasannya, dia khawatir, masyarakat ikut-ikutan.

“Kalau bapak pakai itu sekarang, nanti masyarakat jadi berlomba-lomba memakai itu karena melihat menterinya pakai itu,” kata Mindo.
 Selanjutnya