RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly membawa kejutan menggembirakan dari kunjungannya ke Serbia. Delegasi yang dipimpinnya sukses menyelesaikan proses ekstradisi terhadap buronan pelaku pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa.

"Dengan gembira saya menyampaikan, kami telah secara resmi menyelesaikan proses handling over atau penyerahan buronan atas nama Maria Pauline Lumowa, dari pemerintah Serbia," kata Yasonna dalam keterangan pers kepada wartawan, Kamis (9/7).

Baca Juga : Hanya Orang Gila Yang Tak Percaya Corona Ada

Yasonna menilai, keberhasilan menuntaskan proses ekstradisi ini tak lepas dari diplomasi hukum dan hubungan baik kedua negara. Selain itu, proses ekstradisi ini juga menjadi buah manis komitmen pemerintah, dalam upaya penegakan hukum yang berjalan panjang.

Politikus PDIP ini pun mengungkap, sempat ada aral melintang dalam proses ekstradisi tersebut. Maria sempat melakukan upaya hukum, untuk melepaskan diri dari jerat ekstradisi. Selain itu, juga ada negara Eropa yang tak ingin ekstradisi terwujud. Namun, pemerintah Serbia tegas pada komitmennya, untuk mengekstradisi Maria ke Indonesia.

Baca Juga : RUU Cipta Kerja Semoga Tidak Ciptakan Petaka

"Indonesia dan Serbia memang belum saling terikat perjanjian ekstradisi. Namun, lewat pendekatan tingkat tinggi dengan para pejabat Serbia, dan berkat hubungan sangat baik antara kedua negara, permintaan ekstradisi Maria Pauline Lumowa dapat dikabulkan," papar Yasonna.

"Dalam pertemuan kami, Presiden Serbia Aleksandar Vucic juga kembali menggarisbawahi komitmen ekstradisi. Proses ekstradisi ini adalah salah satu dari sedikit di dunia, yang mendapat perhatian langsung dari kepala negara. Di sisi lain, saya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada Duta Besar Indonesia untuk Serbia, Bapak M. Chandra W. Yudha, yang telah bekerja keras mengatur dan memuluskan proses ekstradisi ini," tuturnya.

Baca Juga : Hakekat Pamong Dan Prajurit

Menteri kelahiran Sorkam, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara ini juga menyebut ekstradisi Maria Pauline Lumowa tak lepas pula dari asas resiprositas atau timbal balik. Tahun 2015, Indonesia pernah mengabulkan permintaan Serbia untuk mengekstradisi pelaku pencurian data nasabah Nikolo Iliev.
 Selanjutnya