RMco.id  Rakyat Merdeka - Masyarakat dihebohkan dengan video yang menampilkan kendaraan dinas jenis Mercedes-Benz dengan pelat nomor Indonesia 2 kehabisan bensin di tengah jalan.

Dalam video berdurasi 17 detik itu, beberapa orang yang memakai batik sedang mengisikan BBM ke sedan hitam menggunakan jeriken yang dialirkan lewat selang. 

Diketahui, mobil dinas itu ternyata mobil dinas Wakil Presiden Maruf Amin. Saat itu, Maruf Amin sedang melakukan kunjungan kerja di Sukabumi, Jawa Barat, (8/07). 

Kepala Sekretariat Wakil Presiden, Mohamad Oemar menjelaskan, mobil itu merupakan kendaraan VVIP rangkaian Wapres saat kunjungan kerja ke Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu (8/07). 

Mobil yang sedang diisikan bensin itu berfungsi sebagai cadangan.Oemar memastikan Wakil Presiden tidak ada di dalam mobil yang tengah diisikan bensin tersebut. 

“Dalam setiap rangkaian VVIP selalu disiapkan BBM cadangan dalam jeriken di mobil teknisi. Saat diperlukan pengisian BBM dan tidak tersedia BBM yang sesuai dengan spesifikasi mobil VVIP di SPBU setempat, maka digunakan BBM cadangan yang telah disiapkan,” ujarnya. 

Baca Juga : Jokowi Beri Tanda Kehormatan Bintang Militer ke Tiga Anggota TNI

Kendati sudah dibantah Kepala Sekretariat Wakil Presiden, netizen masih penasaran dengan mogoknya mobil wapres di tengah jalan itu. 

“Loh kok bisa, mobil pejabat tinggi kehabisan bensin di tengah jalan, biasanya persiapan ketat banget,” kata Cecep Madjid keheranan. 

“Mobil Wapres Maruf Amin bisa keabisan bensin tuh gimana ceritanya dah? Ini staff Wapres kayanya sebelum berangkat pergi, gak dicek dulu kondisi mobilnya,”! saut Mazzini. “Gimana ceritanya. Mobil Wapres, Maruf Amin mogok karena kehabisan bensin, terpaksa diisi pake jerigen,” sambung The Viral. 

“Kok bisa sampe kehabisan? Mosok ya lupa sama SOP nya,” kritik Mosokthoo. “Sebelum digunakan untuk dinas, apa tidak ada prosedur untuk melakukan precheck kendaraan terlebih dahulu?” tanya Her. 

Takismaya mengaku heran mobil Wapres sampai kehabisan bensin. Padahal, kata dia, ada jarum meteran bensin di dasboard mobil. 

“Tidak profesional, gimana mau mimpin bangsa kalau bensin mau habis aja kaga tau,” kritiknya. Abdullah Rasyid menyindir. Kata dia, baru terjadi di rezim ini mobil wapres seperti angkot.

Baca Juga : MPR Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan UNPAD

“Kehabisan bensin dan harus diisi pake jerigen,” ucapnya “Baru di rezim ini mobil wapres kehabisan bensin. Pertanda ada apa?” tanya Nurlelawati. 

“Satu-satunya di dunia, mobil Wapres mogok kehabisan bensin. Mungkin sebaiknya ganti becak saja, gak perlu pake bensin,” usul Kodok Bangkong. 

Rendy AP menyindir Wapres yang memang jarang sekali terlihat bekerja. “Sampe drivernya lupa isi bensin,” kritiknya “Emang mobil Wapres ini jarang otw, sekalinya otw yah gini salah perhitungan,” saut Benih Lobster. Hardila membantah omongan Kepala Sekretariat Wakil Presiden. 

Kata dia, kasih alasan apapun bila mobil diisi pake BBM dirijen segede gentong gitu, namanya kehabisan BBM. “Mobil selalu dikontrol BBM, kalau udah mau abis minta isi supaya gak kehabisan di jalan, apalagi ini seukuran wakil presiden,” kritiknya. 

“Penjelasannya muter-muter. Tetep aja intinya bensinnya abis,” saut Pakun. “Mobil tidak kehabisan BBM, kenapa ada pengisian BBM dari jerigen?” tanya Prasetia Bayuaji. Fino menimpali. Dia bilang, apapun alasannya, mau SPBU jauh atau Pertamax Turbo gak ada, apalah itu alasanya. 

“Tetep aja ini malumaluin, kocak ngurus beginian doang ga bisa. Hadeeh,” keluhnya Nur Aswil bertanya soal jenis BBM yang digunakan mobil sehingga tidak tersedia di SPBU. 

Baca Juga : PKS Ganti Presiden, Syaikhu Geser Sohibul Iman

Jika memang menggunakan BBM khusus, kata dia, sepatutnya sudah diisi sebelum bergerak dan kemungkinan pengisian dengan jerigen di pinggir jalan tidak harus terjadi. 

“Ini menyangkut kelancaran dan keselamatan mobil Indonesia 02 dan penumpangnya “ wanti wanti dia. Dasuki membela Kepala Sekretariat Wakil Presiden. 

Dia bilang, pengisian BBM dari jeriken dilakukan karena tidak adanya SPBU yang memiliki bahan bakar minyak (BBM). “Sudah betul banget tuh,” kata dia. [TIF]