RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) akan meningkatkan mutu genetik ternak kerbau. Peningkatan mutu genetik kerbau ini dilakukan di Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang yang berada di bawah Ditjen PKH.

"Perbaikan produktivitas dan peningkatan mutu genetik tidak hanya untuk populasi sapi, namun kami juga membidik kerbau," ujar Dirjen PKH Kementan I Ketut Diarmita di Jakarta, Kamis(16/7).

Ia menambahkan, hal ini penting dilakukan untuk memperbaiki mutu genetik ternak Indonesia sekaligus mendukung program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan).

Berita Terkait : DPR Apresiasi Peningkatan Kualitas Kerja Eselon I Kementan

Dikatakan Ketut, Kementan terus berupaya mengawal ketahanan pangan khususnya protein hewani di tengah pandemi Covid-19. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan mutu genetik ternak dalam Program Inseminasis Buatan (IB).

"Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang sebagai instansi pemerintah yang mempunyai tugas memproduksi semen beku, termasuk semen beku kerbau juga ikut berperan serta dalam program ini," imbuh Ketut.

Dalam pengawasan bibit ternak, BIB Lembang telah memproduksi semen beku kerbau sejak tahun 1983/1984 dengan rumpun Kerbau Sungai dan memproduksi Kerbau Belang dari tahun 1991/1992 sampai dengan tahun 1998/1999. 

Berita Terkait : Kementan Dan TNI AD Kerja Sama Dukung Pelaksanaan Program 1.000 Desa Sapi

Ketut menambahkan, sejak tahun 1984 BIB Lembang telah memproduksi semen beku kerbau sungai. Saat ini telah didistribusikan lebih dari 270.000 dosis, baik itu kerbau sungai lokal maupun kerbau sungai asal Australia. Stok semen beku kerbau di BIB Lembang saat ini sekitar 80.000 dosis dan siap untuk didistribusikan ke seluruh Indonesia.

"Capaian produksi BIB Lembang sesuai dengan tugas dan fungsinya yaitu memproduksi semen beku termasuk semen beku kerbau. Potensi ternak kerbau sebagai sumber daya plasma nutfah lokal dapat optimal perannya dalam mendukung penyediaan daging dalam negeri," papar Ketut.

Ketut juga menjelaskan bahwa program IB (Inseminasi Buatan) yang sekaligus berperan dalam program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) ini diharapkan dapat mendorong pembangunan peternakan nasional. Ia berharap pembangunan peternakan nasional bisa lebih efektif dan berdampak pada upaya pengentasan kemiskinan serta kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkait : Kementan Jaga Stabilisasi Harga Ayam Potong

"Semoga dengan adanya program ini dapat mengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya. [KAL]