RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, pengembangan vaksin oleh anak bangsa mengalami perkembangan signifikan.

Dipaparkannya, dalam melakukan penelitian vaksin, pemerintah mengambil dua jalur. Pertama, jalur vaksin merah putih yakni jalur kegiatan penelitian dilakukan oleh peneliti Indonesia. Tahapan pembuatan vaksin ini baru sekitar 20 sampai 30 persen.

Berita Terkait : Alhamdulillah, 30 Juta Vaksin Corona Bakal Ada Di Depan Mata

Saat ini sedang dilakukan amplifikasi untuk protein dan harus diujicobakan dulu ke hewan sebelum nantinya diberikan ke manusia. “Harapan kami, vaksin merah putih ini bisa segera tersedia di awal tahun 2021,” ungkap Bambang.

Kedua, pembuatan vaksin melalui jalur kerja sama dengan negara lain. Saat ini, Biofarma menggandeng Sinovac dari China.

Berita Terkait : Erick Berharap Vaksin Merah Putih Diproduksi 2022

“Kenapa Sinovac? Karena berdasarkan dari laporan WHO, Sinovac ini adalah satu dari tiga vaksin yang tahapannya paling cepat dari sekian banyak yang melakukan penelitian atau percobaan mengenai vaksin,” ungkapnya.
 Selanjutnya