Pendapat Prabowo Sudah Didengar, Tapi Tak Perlu Dituruti

Jokowi Terus Kasih Sertipikat Tanah Untuk Rakyat Kecil

Presiden Jokowi bagi-bagi sertipikat tanah di Gelanggang Remaja Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Friday (22/2). (Foto: Twitter @jokowi)
Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi bagi-bagi sertipikat tanah di Gelanggang Remaja Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Friday (22/2). (Foto: Twitter @jokowi)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kritik Prabowo Subianto soal program pembagian sertipikat tanah sudah didengar Jokowi. Tapi, Jokowi tidak menurutinya. Jokowi justru semakin semangat melanjutkan program untuk rakyat kecil ini.

Jumat (22/2), Jokowi membagikan sertipikat tanah di Gelanggang Remaja Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sebelum menuju lokasi, Jokowi mampir dulu ke pasar tradisional yang jaraknya memang hanya sepelemparan batu dari lokasi penyerahan sertipikat.

Tiba di pasar pukul 8 pagi, Jokowi disambut antusias masyarakat dan para pedagang. Mengenakan kemeja putih lengan panjang, Jokowi melayani permintaan warga yang ingin bersalaman. Lalu masuk pasar dan mengunjungi kios-kios yang menjajakan beragam komoditas. Jokowi berbincang dengan para pedagang. Menengok lapak sayur dan penjual ayam.

Berita Terkait : Polisi Bongkar Pemalsu Sertifikat Tanah Seluas 1,5 Hektare di Kosambi

Setelah kurang lebih 20 menit berkeliling, Jokowi meninggalkan pasar. Langsung ke acara penyerahan sertipikat. Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, pembagian sertipikat hak atas tanah yang dimiliki rakyat akan tetap dijalankan. Selain itu, program percepatan penerbitan sertipikat atau PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap) akan tetap dilanjutkan, untuk mengatasi sengketa atas kepemilikan tanah yang biasa terjadi di seluruh Indonesia.

Dalam acara itu, Jokowi menyerahkan sertipikat bagi 2.000 warga yang bermukim di 16 kelurahan di Jakarta Selatan. "Program ini akan terus kita lanjutkan, karena di seluruh Tanah Air dari 126 juta bidang tanah yang harus bersertifikat, baru 46 juta di tahun 2015 (bersertipikat). Masih ada 80 juta yang belum bersertifikat," kata Jokowi.

Di Jakarta Selatan, masih terdapat kurang lebih 36 ribu bidang tanah yang belum bersertipikat. Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil sebelumnya menyatakan, kekurangan ini akan diselesaikan pada tahun ini sehingga seluruh bidang tanah di wilayah itu akan terdaftar secara resmi.

Berita Terkait : Kunker ke Yogyakarta, Presiden Bagikan 3.218 Sertifikat Tanah ke Masyarakat

"Janjinya Pak Menteri diingat-ingat. Harus rampung sehingga seluruh Jakarta Selatan ini sertipikatnya sudah pegang semua," kata Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menekankan pentingnya program ini. Ia menepis anggapan pembagian sertifikat tanah adalah program yang tak berguna bagi masyarakat. Kata dia, program ini untuk menghindari sengketa lahan di masyarakat. "Karena setiap saya ke desa selalu saya dengar sengketa lahan, di mana-mana, Jawa, Kalimantan, Bali, dan lain-lain," ujar Jokowi.

Sementara di seluruh wilayah lainnya, pemerintah juga terus mengupayakan agar rakyat dapat memperoleh sertifikat yang menjadi haknya, sekaligus bukti kepemilikan tanah yang mereka miliki melalui program PTSL ini.

Berita Terkait : Jokowi Dengarkan Cerita Saat Berjuang Harumkan Nama Bangsa

Lebih jauh, Jokowi mengapresiasi kerja keras yang ditunjukkan kantor-kantor Badan Pertanahan Nasional di seluruh wilayah. Sebab, sejak 2017, target tinggi yang ditetapkan Presiden terkait penerbitan sertifikat tiap tahunnya selalu terlampaui. "Saya lihat, sekarang ini  Kantor BPN kalau kerja betul-betul dari pagi sampai malam. Karena diberikan target. Nyatanya, kantor-kantor BPN bisa menyelesaikan ini di seluruh Tanah Air. Ditarget, semuanya terlampaui," ucapnya.

Untuk diketahui, tahun 2017, Jokowi memberikan target kepada kementerian terkait untuk dapat menerbitkan 5 juta sertifikat. Tahun 2018, sebanyak 7 juta sertifikat ditetapkan untuk dapat diterbitkan bagi para penerima hak.

Semua target diketahui dapat terlampaui. Bahkan, target tahun 2018 dapat dicapai dan melebihi ekspektasi, dengan capaian penerbitan sebanyak 9,4 juta sertifikat. [BCG]