RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan 500 produk unggulan hasil Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GNBBI). 

Produk-produk tersebut merupakan ciri khas dari beberapa daerah, seperti ikan lais asap, dari Riau, pempek, dari Palembang serta ikan bandeng asap, dari Sidoarjo.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Nilanto Perbowo menilai, GNBBI merupakan momentum bagi UMKM perikanan untuk bangkit. "Untuk itu diharapkan agar masing-masing daerah menampilkan produk-produk unggulan perikanan khas," ujarnya dalam acara diskusi virtual bertajuk Mendorong UPI Mikro Kecil Berdaya Saing, Minggu (26/7)

Berita Terkait : Pabrik Hyundai Di Cikarang Siap Produk Mobil Listrik Tahun Depan

Dalam diskusi yang diikuti 1.900 peserta ini, Nilanto melihat Usaha Mikro dan Kecil (UMK) merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian bangsa karena merupakan penggerak ekonomi terutama di daerah-daerah. 

Khusus di sektor kelautan dan perikanan, jumlah usaha pengolahan skala usaha mikro kecil memiliki proporsi terbesar dengan jumlah UPI sebanyak 62.389 atau 98,46 persen. "UPI skala menengah besar hanya  berjumlah 975 unit atau 1,54 persen,” ungkapnya.

Adanya perubahan pola belanja masyarakat seperti, penggunaan aplikasi belanja berbasis internet serta jasa pengiriman barang semakin populer di masyarakat, perlu dilihat sebagai peluang. Untuk itu, Nilanto mengajak para pelaku usaha untuk bertransformasi dari offline ke dalam sistim online.

Baca Juga : Klaster Keluarga DKI Terus Meroket

“Yang harus diperhatikan oleh para pengolah ikan adalah menjaga kepercayaan konsumen dengan terus  menjaga mutu dan meningkatkan inovasi produk hasil perikanan,” jelasnya.  

Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Sosek Perikanan, Nimmi Zulbainarni, menyebut total UMKM di Indonesia mencapai 64 juta. Namun di saat bersamaan, baru sekitar 14,68 persen yang sudah Go Digital. Jadi, UKM pengolahan hasil perikanan harus segera ambil bagian menuju digitalisasi atau online.

Tak hanya perubahan pola belanja, pandemi ini juga menyebabkan perubahan pola konsumsi masyarakat dimana saat ini yang paling diburu adalah bahan pangan dan produk-produk kesehatan.

Baca Juga : PUPR Gandeng BPKP Audit Pekerjaan Venue PON XX Papua

"Ini adalah peluang yang bisa diambil oleh UMKM Perikanan, karena ikan dengan kandungan gizinya mampu meningkatkan imunitas tubuh. Ditambah lagi pernyataan dari WHO bahwa virus corona tidak menyebar melalui makanan termasuk juga ikan," katanya. [KPJ]