RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus berkerja keras dan melakukan langkah extraordinary untuk mendorong pemulihan ekonomi. Hal ini diyakinkan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Dua fokus utama pemerintah, ujarnya, adalah menjaga kehidupan, dan menjaga mata pencaharian untuk hidup bagi masyarakat dalam rangka pemulihan ekonomi. Strategi utama dalam mempercepat pemulihan ekonomi, jelasnya, adalah melalui peningkatan belanja pemerintah.

“Optimalisasi belanja pemerintah melalui implementasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), peningkatan daya beli masyarakat diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi di triwulan III dan IV,” harap Airlangga.

Berita Terkait : Bansos Buat Pekerja Kudu Produktif Dan Berdampak Pada Pemulihan Ekonomi

Lebih jauh dia menjelaskan, Program Penanganan Covid-19 yang lebih serius dan terstruktur diharapkan akan memulihkan kepercayaan masyarakat dan rumah tangga, untuk melakukan aktivitasnya termasuk belanja, konsumsi dan investasi.

Penanganan dari aspek kesehatan, bebernya, adalah memperbanyak 3T. Yakni testing, tracing dan treat. Juga kampanye 3M. Yaitu mencuci tangan, masker, menjaga jarak secara luas kepada masayrakat dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.

Terkait pengadaan obat dan persiapan produksi dan distribusi vaksin hingga satu tahun ke depan, Airlangga menyebutkan harus dilakukan. Melalui Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2020, telah diatur alokasi dukungan fiskal untuk penanganan pandemi COVID-19 sebesar Rp 695,20 trilyun. Dana ini dialokasikan untuk kesehatan sebesar Rp 87,55 trilyun dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 607,65 trilyun.

Baca Juga : Lutfi Suntikkan Vitamin

Adapun alokasi dana PEN, tambahnya, mencakup Perlindungan Sosial sebesar Rp 203,90 trilyun, dialokasikan untuk Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Bantuan Sosial, Kartu Pra-Kerja, Subsidi Listrik, logistik, makanan, bahan makanan.

Sementara Transfer Tunai Dana Desa, yakni Insentif Usaha, sebesar Rp 120,61 trilyun, dialokasikan melalui insentif pajak dan stimulus lainnya untuk dukungan kepada UMKM sebesar Rp 123,46 trilyun.

Lalu dialokasikan untuk subsidi bunga, mendukung restrukturisasi kredit UMKM, 4 dukungan penjaminan, dan pembiayaan investasi untuk koperasi melalui lembaga pengelolaan dana bergulir untuk koperasi dan UMKM (Lembaga Pengelola Dana Bergulir /LPDB-KUMKM) pembiayaan korporasi (Rp 53,57 trilyun).

Baca Juga : Korban Gempa Kangen Dilongok Jokowi

Dialokasikan untuk mendukung restrukturisasi kredit bisnis padat karya, dukungan penjaminan, penyertaan modal negara (PMN), dan dana talangan untuk modal kerja dukungan untuk sektoral kementerian/lembaga (K/L) dan Pemda sebesar Rp 106,11 trilyun.

Juga dialokasikan untuk program padat karya K/L, insentif perumahan, dukungan untuk sektor pariwisata, dana insentif regional untuk pemulihan ekonomi, cadangan dana alokasi fisik khusus, fasilitas pinjaman daerah, dan cadangan perluasan. (KPJ)