RMco.id  Rakyat Merdeka - Indonesia bertekad bertahan dalam badai efek pandemi saat ini. Demikian ditegaskan Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Selain itu, ujarnya, Indonesia juga mengambil langkah dan program yang dikelompokkan dalam tiga kelompok. Yaitu Indonesia aman dan sehat, dalam rangka membangun kepercayaan masyarakat.

Juga Indonesia berdaya dan bekerja, demi menumbuhkan daya beli dan lapangan pekerjaan. Serta Indonesia bertumbuh dan bertransformasi. “Ketika kita justru harus memanfaatkan peluang dari pandemi ini,” jelas Airlangga.

Berita Terkait : Jokowi: Tahun 2021, Indonesia Mampu Bangkit Dan Lahirkan Banyak Inovasi

Terkait implementasi penanganan COVID-19 dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dia menyatakan perlu upaya akselerasi. Hal ini demi mempercepat pemulihan ekonomi. Upaya akselerasi akan mendorong daya beli masyarakat dan kinerja dunia usaha selama masa pandemi.

Upaya akselerasi ini, ujarnya, telah dilakukan. Antara lain dalam bentuk restrukturisasi dan penjaminan kredit modal kerja Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta korporasi padat karya.

“Seperti penempatan dana pemerintah di bank umum mitra dan BPD (Bank Pembangunan Daerah -red). Untuk selanjutnya kredit dikucurkan kepada sektor ril, UMKM dan dunia usaha,” jelasnya.

Berita Terkait : Bansos Buat Pekerja Kudu Produktif Dan Berdampak Pada Pemulihan Ekonomi

Selain itu, lanjut Airlangga, dukungan bagi pemerintah daerah, salah satunya melalui pinjaman daerah, serta dukungan insentif listrik bagi industri, bisnis, dan sosial. Penempatan dana telah dilakukan di Bank HIMBARA sebesar Rp 30 trilyun dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar Rp 11,5 trilyun. “Penempatan dana ini akan membantu implementasi program PEN,” paparnya.

Sementara itu, perluasan penjaminan kredit modal kerja kepada korporasi padat karya akan membantu memenuhi kebutuhan korporasi padat karya atas tambahan kredit modal kerja. Agar dapat kembali melakukan aktifitas secara maksimal selama masa pandemi.

Lebih jauh Airlangga menegaskan, pemerintah juga terus memberikan dukungan tambahan kepada UMKM melalui kebijakan kredit usaha rakyat (KUR) khusus selama masa pandemi.

Baca Juga : DPW PKB Sulawesi Utara Bantu Korban Banjir Manado

Bahkan, lanjutnya, lima tambahan subsidi bunga atau margin KUR, penundaan angsuran pokok, dan relaksasi ketentuan restrukturisasi KUR, telah diberikan kepada penerima KUR. Calon penerima KUR juga telah menerima fasilitas kemudahan, berupa relaksasi pemenuhan persyaratan administrasi dalam proses pengajuan KUR, dan relaksasi pemenuhan berupa penundaan sementara penyampaian dokumen administrasi. (DWI)