RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah sudah menyiapkan skema subsidi untuk pulsa internet bagi siswa yang tidak mampu. 

Hal itu dikatakan Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin dalam rapat konsultasi bersama Pimpinan DPD yang berlangsung secara virtual di Jakarta, Rabu (5/08).

“Skema subsidi untuk pulsa internet sudah diputuskan. Tinggal teknis pelaksanaan saja," ujarnya.

Baca Juga : 73 Pegawai BPKP yang Positif Covid-19 Sudah Sembuh Semua

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim telah membolehkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) digunakan untuk membantu subsidi pulsa internet siswa kurang mampu tersebut.

Selain itu, lanjut Maruf, pemerintah juga sudah menyiapkan anggaran dana sekitar Rp 30 triliun untuk percepatan pembangunan infrastruktur transmisi TIK di Indonesia. 

Dalam rapat tersebut, Wapres juga membahas masalah jaminan produk halal, pemekaran daerah, ketahanan pangan, dan ketahanan sektor kesehatan.

Baca Juga : KAI Teken MoU Pinjaman Tambahan Rp 4,2 Triliun

Sementara, Wakil Ketua DPD, Sultan Bakhtiar Najamuddin melaporkan kepada Wapres tentang beberapa kinerja menteri kabinet terutama yang mendapat sorotan dari kalangan dunia usaha.

Bagi Sultan, hal itu penting mendapat perhatian, agar tidak menjadi beban Presiden dan Wakil Presiden dalam menjalankan roda pemerintahan di tengah situasi yang serba sulit seperti sekarang ini.

“Salah satunya, kementerian perdagangan. Khususnya terkait izin ekspor dan impor yang dinilai lambat dan sulit. Kami punya contoh kasus, kebetulan yang telah kami kunjungi dan terima langsung aspirasinya,” kata Sultan. 

Baca Juga : Irma Chaniago: Erick Sosok Bijak dan Mau Mendengar

Rapat konsultasi itu dihadiri tiga pimpinan DPD, yakni Ketua DPD, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti dan Wakil Ketua DPD,  Nono Sampono. Pimpinan DPD  juga  menyoroti sejumlah hal yang masih menjadi perhatian masyarakat, misalnya terhadap akses pendidikan yang berkualitas dan persoalan infrastruktur TIK  yang belum merata.[QAR]