Rehabilitasi 1.150 Ha Lahan

Kementan Tebar Bibit Pala Unggul

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto : istimewa)
Klik untuk perbesar
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto : istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan bantuan bibit pala varietas unggul di Jawa Barat. Hal itu sekaligus merehabilitasi 1.150 hektare (Ha) lahan pala yang kurang produktif di tanah pasundan itu. Bantuan rehabilitasi pala itu tersebar di empat kabupaten, di antaranya Sukabumi, Cianjur, Bogor dan Purwakarta.

Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan Agus Wahyudi mengatakan, program rehabilitasi ini diperuntukkan bagi petani yang tanaman palanya sudah terserang hama. “Kalau sudah terserang, solusinya rehabilitasi. Selain itu kita juga lakukan pencegahan,” kata Agus di sela-sela penyerahan bantuan bibit, di Purwakarta, Jawa Barat, kemarin.

Berita Terkait : Jelang PON, Panitia Pasarkan Kerajinan Tradisional Khas Papua

Dengan bantuan bibit rehabilitasi tanaman pala ini, Agus berharap produktifitas panen pala meningkat dua kali lipat dari sebelumnya. Apalagi, bantuan yang disalurkan merupakan bibit pala unggulan varietas lokal Wanayasa. Bibit yang sudah beradaptasi cukup lama.

“Pala itu sebenarnya bisa dua ton potensinya (perhektar). Sementara saat ini, petani hanya bisa mencapai 600 kilogram,” ungkap Agus.

Baca Juga : Juve Diuntungkan Pembatalan Semifinal Copa Italia

Lebih lanjut, Direktur Tanaman Semusim dan Rempah ini menjelaskan bahwa pola penanaman pala di Jawa Barat berbeda dengan di tempat lain. Jika di Sulawesi dan Maluku dilakukan dengan sistem tanam monokultur atau menaman tanaman sejenis pada satu areal tanam, sementara di Jawa Barat sebagian besar tanaman pala hanya dijadikan tanaman sisipan.

Di Jawa Barat, pala ditanam di belakang rumah, pekarangan, kebun kosong. Memang ada yang monokultur, seperti di Sukabumi, di Purwakarta ada beberapa. “Jawa Barat ini memang secara tradisional itu produksinya sudah sejak lama,” ujar Agus.

Baca Juga : Jangan Panik, Jangan Timbun Makanan, Tirulah Gaya Hidup Sehat Warga Desa

Hardi, salah satu anggota kelompok tani Cilindak mengaku bersyukur adanya bantuan bibit pala ini. Ia berencana akan memanfaatkan bibit unggul tersebut untuk meremajakan pohon pala peninggalan orang tuanya.

“Kalau saya, Pala memang peninggalan orang tua. Sejauh ini belum teratur tanamnya. Alhamdulillah dengan bantuan ini saya akan meremajakan pohon pala. Pala itu kan nggak berhenti berbuah, nggak berhenti berbunga. Panennya bisa satu kuintal, ada yang yang 50 kilo per satu pohonnya,” terangnya. [DIR]