Mensos Ajak Pilar Sosial Tangkal Hoaks

Klik untuk perbesar
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto : [email protected]_Gumiwang)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan pengarahan kepada pilar sosial dalam menghadapi era digital. Keberadaan mereka dinilai penting mengingat peran para pilar sosial tersebut sebagai mitra pemerintah dalam memberikan pelayanan kesejahteraan sosial bagi masyarakat, sekaligus menangkal hoaks di tengah masyarakat.

Menurut Agus, pilar sosial sudah terbukti menjadi ujung tombak dalam menangani kemiskinan dan permasalahan sosial di masyarakat. Mereka selalu menjadi yang terdepan ketika terjadi bencana alam.

“Untuk mewujudkan pilar sosial yang tangguh terhadap perkembangan zaman, dibutuhkan kerja sama dan jejaring kerja dari elemen pilar sosial, sehingga saling mengisi dan melengkapi untuk mencapai kerja maksimal. Ini merupakan kontribusi pilar-pilar sosial dalam upaya mengentaskan Penyadang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan mengurangi kemiskinan,” ujar Mensos di hadapan 250 orang peserta pilar sosial, yang terdiri dari 44 orang Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), 78 orang Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), 50 orang Taruna Siaga Bencana (Tagana), dan 78 orang Karang Taruna.

Berita Terkait : Siberkreasi Ajak Netizen Perangi Hoaks

Politikus Partai Golkar itu mengakui pemerintah tidak dapat sendirian dalam menyelesaikan persoalan sosial. Mensos juga mengingatkan pilar sosial dapat merapatkan barisan dalam memasuki Era Revolusi Industri 4.0.


“Karena itu saya mengajak seluruh pilar sosial untuk dapat bekerja sama dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam me- nangani permasalahan sosial dan mengadapi Era Revolusi Industri 4.0 yang mulai mengubah wajah peradaban manusia,” kata Mensos.

Di era keterbukaan ini, kata Agus, negara-negara lain sedang berlomba mengadu kecepatan untuk membenahi negaranya masing-masing. Nah, Indonesia harus optimistis dapat memanfaatkan perkembangan industri dalam negeri untuk membawa lebih maju dan sejajar dengan negara-negara lainnya.

Berita Terkait : Menpora Harap Djarum Foundation Tetap Gelar Audisi Bulu Tangkis

Kemajuan teknologi digital memberikan kemudahan un- tuk membangun, mengembangkan dan memperkuat kreativitas bangsa. Dengan kemajuan teknologi digital, memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk menjadi relawan sosial melalui crowdfunding, yakni dengan memafasilitasi kegiatan sosial dan mempertemukannya dengan orang-orang baik di seluruh negeri, dimana sebelumnya orang yang ingin melakukan kebaikan tetapi tidak menemui jalannya.

Selain memberikan dampak positif dan membangun, era digital juga memberikan dampak negatif, seperti maraknya informasi hoaks yang tersebar dengan mudah dan cepat di tengah masyarakat. Karena itu, dia menyambut baik dilakukannya Deklarasi Anti Hoaks yang dilakukan oleh pilar-pilar sosial. Hoaks memang sangat kontraproduktif dalam usaha kita membangun bangsa.

“Dengan komitmen pilar sosial memberantas hoaks, maka hakekatnya menjadi bagian dari upaya kita mencegah masalah sosial dan melindungi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dari bahaya hoaks, dimana pilar sosial sebagai agent of community yang mewujudkan kemandirian dan pembangunan harus menjelaskan kepada masyarakat mana berita yang benar dan mana yang berita bohong,” kata Mensos.

Berita Terkait : Permainan Asing di Tanah Papua


Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Pepen Nazaruddin juga menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan komunikasi antar pilar sosial dalam melaksanakan penyelenggaraan kesejahteraan sosial, terbangunnya jejaring kerja antar pilar sosial dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial, serta terwujudnya sinergi dalam pengentasan masalah kemiskinan. [QAR]