RMco.id  Rakyat Merdeka - Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) akan terus dilakukan hingga awal tahun depan. 

Hal ini mengingat meskipun ada musim hujan, namun ada kemungkinan cuaca panas berlangsung hingga Januari-Februari 2021.

Berita Terkait : KLHK Antisipasi Karhutla dan Banjir

"TMC akan kita teruskan sambil melihat kondisi sampai tidak perlu dilakukan lagi," kata  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya saat memimpin rapat evaluasi pelaksanaan operasi TMC, yang berlangsung virtual, Selasa (25/8).

Menurutnya, keberadaaan teknologi yang memiliki kemampuan membaca tanda-tanda alam harus benar benar dioptimalkan. 

Baca Juga : Blusukan Ke Jatim, Gobel Cs Terima Keluhan Pengusaha

KLHK bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan TNI Angkatan Udara juga pakar iklim dari IPB Universiti akan mengikuti dan mengembangkan teori dan teknologi yang mendukung pencegahan karhutla ini.

Direktur Jenderal Pengandalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK, Ruandha Agung Sugardiman menyampaikan, operasi TMC yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir berhasil menurunkan jumlah titik panas.

Baca Juga : Gaet Belanda, Menteri Teten Janjikan Koperasi Petani dan Nelayan Lebih Modern

"Pemantauan selama hampir satu bulan penuh ini, di Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan tidak muncul titik panas. Sementara di Kalimantan Barat, sempat muncul beberapa titik panas pada Kamis (13/8), yang segera diatasi dengan operasi TMC untuk mencegah potensi asap lintas batas," jelasnya. [FIK]