Sebelumnya 
Ia juga mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan PT Pertamina dan Rosneft untuk mempercepat pembangunan kilang ini. Sesuai dengan waktu dan target yang sudah ditentukan.

Saat ini, Proyek Kilang Tuban berada pada tahap studi Engineering/General Engineerging Design (GED) dengan progress overall Basic Engineering Design (BED) mencapai 51,56 persen.

Berita Terkait : Kantornya Jadi Sasaran Anarkis, Menteri ESDM Cek Lokasi

Proyek Kilang Tuban merupakan proyek yang sangat strategis, karena pembangunan kilang minyak akan terintegrasi dengan petrokimia, dengan kapasitas pengolahan minyak mentah sebesar 300 ribu barel minyak per hari dan produksi petrokimia mencapai 3.600 kilo ton per annum (ktpa). Nilai investasinya mencapai 16 miliar dolar AS atau Rp 233,83 triliun.

Selain itu, Kilang Tuban juga akan memproduksi BBM dengan kualitas Euro V, yaitu gasoline sebesar 80 ribu barel per hari dan diesel sebesar 98 ribu barel per hari.

Baca Juga : Absen Di Denmark, Sindhu Fokus Ke Tur Asia

"Saya yakin, proyek ini akan menciptakan multiplier effect yang sangat besar. Karena target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang cukup tinggi, yaitu minimal 40 persen, dan menyerap tenaga kerja sebanyak 20 ribu orang," pungkas Arifin. [HES]