Bila Jokowi Terpilih Lagi

Menteri Eko Garansi Dana Desa Rp 400 Triliun Bakal Terealisasi

Klik untuk perbesar
Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo. (Foto : twitter @KemenDesa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo memastikan rencana Presiden Jokowi menaikkan dana desa sebesar Rp 400 triliun bakal terealisasi.

Dana sebesar itu juga diyakini tidak mengganggu keuangan negara. Diketahui, dalam pidato pada Konvensi Rakyat mengenai Optimisme Indonesia Maju di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2), Jokowi menjanjikan dana desa sebesar Rp 400 triliun selama 5 tahun ke depan hingga 2024.


Sejauh ini pemerintah telah mengalokasikan anggaran dana desa mencapai Rp 257 triliun sejak 2015 hingga 2019. Lagipula, kata Eko, selama dipimpin Jokowi, pemerintah berkomitmen mengembangkan pembangunan di desa dengan terus mengucurkan dana desa.

Berita Terkait : Jokowi-Maruf Menang di Markas FPI

Hal itu sesuai dengan program prioritas pemerintah untuk membangun dari desa. Dia juga membantah bila anggaran sebesar Rp 400 triliun itu dianggap membebani APBN. Menurutnya, anggaran sebesar itu akan dimanfaatkan untuk kesejahteraan desa. Perputaran uang juga tidak hanya ada di kalangan elit, tapi juga di masyarakat.

“Setiap tahunnya, APBN kita juga terus meningkat. Jadi, tidak akan membebani anggaran negara. Semua sudah diperhitungkan dan disesuaikan,” kata Eko, kepada Rakyat Merdeka, kemarin malam.


Dengan anggaran sebesar Rp 400 triliun, Eko memperkirakan setiap tahunnya dana desa akan dialokasikan sebesar Rp 80 triliun. Dana tersebut didistribusikan ke 74.957 desa di Indonesia dengan formula 77 persen dibagi rata ke seluruh desa. "Sedangkan 20 persennya dialokasikan untuk tambahan secara proporsional kepada desa berdasarkan jumlah penduduk, tingkat kemiskinan, tingkat kesulitan geografis dan luas wilayah. Kemudian, 3 persennya dialokasikan untuk tambahan kepada desa-desa yang berstatus tertinggal,” kata Eko.

Berita Terkait : Tekan Penyimpangan Dana Desa, Aplikasi Siskeudes Solusinya

“Jadi, masing-masing desa diperkirakan akan mendapatkan sekitar Rp 1,1 miliar. Dana itu lebih banyak daripada dana yang dikucurkan pada tahun-tahun sebelummya,” katanya.

Menurut Eko, semakin banyak dana yang masuk ke desa, akan berdampak sebagai penunjang aktivasi ekonomi masyarakat, serta berdampak dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Terbukti, dana desa telah memberikan nilai tambah atau manfaat bagi masyarakat desa dalam mengatasi berbagai permasalahan, seperti kemiskinan dan pengangguran.


“Adanya program dana desa terbukti efektif dan telah berhasil mengurangi kemiskinan di desa-desa. Terjadi penurunan angka stunting dari 37 persen menjadi 30 persen, peningkatan pendapatan perkapita hampir 50 persen, pembukaan lapangan kerja melalui program Padat Karya Tunai (PKT), BUMDes, desa wisata, angka pengangguran di desa turun daripada di kota dan Gini ratio di desa terus meningkat,” ungkapnya. [DIR]

RM Video