Di Acara Pengambilan Sumpah CPNS TA 2017

Syarifuddin : ASN Dilarang Larut Dalam Zona Nyaman

Klik untuk perbesar
Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah PNS dari CPNS TA 2017 serta penyerahan SK PNS TA 2017, kemarin. (Foto : KemenPANRB)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menghadapi tantangan global dan era revolusi industri 4.0, Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS dituntut untuk terus beradaptasi dan mengembangkan diri dengan tetap menjunjung tinggi rasa nasionalisme. Tidak boleh larut dalam zona nyaman.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah PNS dari CPNS TA 2017 serta penyerahan SK PNS TA 2017, kemarin.

Menurut Syafruddin, ASN merupakan mesin utama mendorong peradaban baru dalam kelembagaan pemerintah dengan menjalankan program pembangunan. “ASN adalah aset terbaik bangsa dalam menjalankan roda pemerintahan di masa mendatang,” ujar Menteri Syafruddin.

Baca Juga : Candaan Jonan Dalam Sertijab: Pak Arcandra Nggak Pernah Traktir Makan

Untuk itu, dia mengingatkan setiap aparatur negara tidak larut dalam zona nyaman. Pola kerja aparatur mesti bertransformasi ke arah untuk menjawab tantangan yang ada. Dalam kesempatan itu, Menteri Syafruddin mengucapkan selamat kepada 149 ASN yang baru saja dilantik dan diambil sumpahnya.

Para ASN ini telah berhasil melewati ketatnya kompetisi rekrutmen ASN terbesar di dunia yang melibatkan 3,5 juta pelamar. “Melalui sistem yang sangat transparan dan akuntabel. Ini merupakan gerbang pertama bagi seluruh ASN mengawali pengabdian bagi negara dan masyarakat,” katanya.

Mengutip ucapan pendiri bangsa Indonesia, Soekarno yaitu “Beri aku sepuluh pemuda maka akan ku guncangkan dunia” Syafruddin yakin para ASN Kementerian PAN RB akan berbuat terbaik dengan karya nyata untuk membangun bangsa dengan amanah, jujur, berintegritas dan bermoral dalam setiap pelaksanaan tugas.

Baca Juga : Tunjukkan Eksistensi sebagai Negara Maritim, Indonesia Berpartisipasi di OOC 2019

Sebelumnya, Mantan Wakapolri itu menyatakan, komposisi ASN yang kurang lebih sebesar 4,3 juta orang terhitung sudah mencukupi. Dia mengatakan, pemerintah saat ini lebih berorientasi terhadap kualitas dari para abdi negara yang dipekerja- kan dibanding kuantitasnya.

“(Jumlah ASN) sekarang 4,3 juta orang, penduduk Indonesia sekitar 246 juta orang. Sekarang kita sudah berorientasi pada kualitas. Saya rasa sekarang komposisinya sudah cukup kalau berorientasi pada kualitas,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran teknologi digital saat ini telah membuat pekerjaan menjadi lebih mudah dan efisien, sehingga memperingan tenaga manusia. [QAR]