RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggenjot daya saing produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) pengolahan ikan di Jawa Barat (Jabar). Hal ini produk UMKM bisa bersaing dalam skala nasional dan global. 

Sekretaris Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Berny A Subki mengungkapkan, sebagai salah satu bentuk UMKM, Unit Pengolah Ikan (UPI) memainkan peran strategis dalam pembangunan perekonomian nasional. 

Ada 62.389 UPI yang tersebar di seluruh Indonesia pada 2019. Dari jumlah tersebut, volume produksi olahan ikan yang dihasilkan mencapai 6,85 juta ton.

Berita Terkait : Ketua PDIP Surabaya: Eri Pengalaman Kembangkan UMKM

"Fakta ini menjadi salah satu indikator bahwa sektor perikanan mempunyai peranan yang penting dan strategis dalam pembangunan perekonomian nasional. Apalagi dalam meningkatkan perluasan kesempatan kerja, pemerataan pendapatan, dan peningkatan taraf hidup masyarakat," ujarnya dalam keterangan resminya, Minggu, (13/10).

Khusus di Jabar, kata Berny, UPI sebagai bisnis potensial untuk dikembangkan seiring dengan upaya pemerintah daerah dalam menggenjot angka konsumsi ikan. 

Sebagai gambaran, di 2019 Angka Konsumsi Ikan (AKI) Provinsi Jawa Barat hanya mencapai 30,53 kg per kapita, angka ini masih jauh dari AKI nasional yang sudah mencapai angka 54,49 kg per kapita di tahun yang sama.

Baca Juga : 124 Napi Positif Terinfeksi

"Saat ini yang diperlukan oleh masyarakat adalah produk-produk yang ready to cook dan ready to eat. Pangsa pasar potensial saat ini adalah kaum milenial yang populasinya di Indonesia mencapai 90 juta jiwa, dan yang menarik minat mereka adalah produk yang kekinian dengan kemasan menarik," ujarnya.

Untuk itu, Berny menilai, sebagai bentuk respon atas hal tersebut, KKP menyiapkan platform Pasar Laut Indonesia atau program promosi produk-produk unggulan UMKM binaan sebagai bagian dari gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI). 

Rencananya, 800 produk perikanan pilihan dari berbagai daerah di Indonesia akan ditampilkan pada puncak program BBI di pekan kedua hingga ketiga Oktober 2020.

Baca Juga : Anak Buah Panas-panasan Di DPR, Bosnya Ngadem Di istana Negara

"Proses seleksi masih berlangsung, kami membuka kesempatan kepada UMKM yang belum terdaftar dengan mengakses form pendaftaran," ucapnya.

Saat ini, sebanyak 166 UMKM pengolahan ikan dari berbagai kota/kabupaten di Provinsi Jabar sudah terdaftar pada program BBI di platform Pasar Laut Indonesia. 

Produk olahan perikanan unggulan yang ditampilkan di antaranya pindang ikan, seblak ikan, batagor, cuanki, dendeng ikan, bandrek ikan, ikan asin, dan macam-macam produk lainnya. "Selain itu, ada juga produk perikanan non konsumsi yaitu garam spa dan masker spirulina," ucapnya. [KPJ]