RMco.id  Rakyat Merdeka - Setelah sekian lama tak bicara soal Corona di depan publik, kemarin, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto muncul juga. Dia menggelar konferensi pers mengenai update kasus Corona di Tanah Air. Sayangnya, yang disampaikan Terawan tidak menawan. Indikatorin dikator kasus Corona Indonesia lebih buruk dari rata-rata dunia.

Konferensi pers itu digelar setelah Terawan mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) Kabinet yang membahas Laporan komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, dengan Presiden Jokowi, di Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Pak Jokowi, Ada Komen?

Terawan tampil dengan setelan kemeja putih dan masker warna senada. Raut wajahnya tegang. Berbeda jauh ketika awal-awal jadi Menkes, yang santai dan kerap ketawa.

Di awal keterangannya, Terawan mengatakan, pemerintah bekerja keras. namun, yang terjadi, per 13 September 2020, rapornya ratarata kasus aktif Corona di Indonesia mencapai 25,02 persen. “Sedikit lebih tinggi dari rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 24,78 persen,” terangnya.

Berita Terkait : Kalau Pak Jokowi Masih Sayang, Kalian Mau Apa?

Untuk jumlah pasien sembuh, sudah 155.010 orang. Dengan recovery rate atau angka kesembuhan 71 persen. Jumlah itu masih di bawah rata-rata dunia. “Sedikit lebih rendah dari rata-rata kesembuhan dunia yang 72 persen,” sambungnya.

Pemerintah, lanjut Terawan, juga bekerja keras menurunkan angka kematian. Hasilnya, turun. dari 4,49 persen menjadi 3,99 persen per 13 September. Tapi, masih di atas rata-rata kematian di dunia, yang berada di angka 3,18 persen.
 Selanjutnya