RMco.id  Rakyat Merdeka - Tak hanya mengizinkan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta, Presiden Jokowi memberikan back up yang sungguh luar biasa besar ke Gubernur Anies Baswedan agar penanganan Corona di Ibu Kota berjalan dengan sukses. Kesehatan warga terjamin. Ekonominya juga tumbuh sesuai harapan.

Kemarin, Jokowi kembali menggelar Rapat terbatas terkait “Laporan komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi nasional” di Istana Negara, Jakarta. Rapat ini disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden. Sejumlah menteri, mulai dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menkes Terawan Agus Putranto hingga Kepala BNPB Doni Monardo, ikut dalam rapat tersebut.

Berita Terkait : Ini Pesan Jokowi Di Hari Kesaktian Pancasila

Ada sejumlah instruksi yang di sampaikan Jokowi kepada para pembantunya, di rapat tersebut. Pertama, Jokowi meminta Menkes mengaudit dan mengoreksi protokol keamanan untuk tenaga kesehatan dan pasien di rumah sakit rujukan Covid-19.

Selain itu, Jokowi meminta Menkes memastikan ketersediaan tempat tidur dan ruang ICU di rumah sakit rujukan untuk kasus positif Corona dengan gejala berat.

Berita Terkait : Jokowi Senyum Lebar

“Pastikan ketersediaan tempat tidur dan ICU di rumah sakit rujukan untuk kasus berat. Saya minta Menkes segera lakukan audit dan koreksi mengenai protokol keamanan untuk nakes (tenaga kesehatan) dan pasien di seluruh rumah sakit, sehingga rumah sakit menjadi tempat aman dan tidak menjadi klaster penyebaran Covid,” ujarnya.

Jokowi juga menegaskan, Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Wisma atlet, kemayoran, Jakarta Pusat, masih memiliki kapasitas yang cukup. “Kita lihat di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran ini masih kosong untuk bisa menampung 2.581 pasien, masih mempunyai ruang untuk yang gejala ringan. 858 di Tower 6 dan 1.723 di Tower 7,” jelas Jokowi.

Berita Terkait : Jokowi Masih Tegakkan Kepala

Kemudian untuk flat isolasi mandiri di Wisma Atlet Kemayoran juga masih tersedia kapasitas 4.863, ini di Tower 4 dan Tower 5.
 Selanjutnya