RMco.id  Rakyat Merdeka - Selain dokter, para perawat juga terus berguguran menjadi korban keganasan Covid-19. Setidaknya, sudah 78 lebih nyawa perawat direnggut oleh virus yang merebak sejak akhir tahun 2019 itu.

Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah mengatakan, perawat merupakan salah satu petugas medis yang ikut berjuang di garda terdepan bersama dokter, bidan, petugas laboratorium, radiografer dan petugas non-medis lainnya dalam melawan pandemi Covid-19.

Mereka bahu membahu menolong pasien Covid-19 meski kelelahan. “Dengan berat hati harus kita terima gugurnya rekan kami di garis depan relawan Covid-19,” kata Hanif saat menggelar “Doa Perawat untuk Negeri” yang digelar secara daring, kemarin.

Acara tersebut juga dihadiri Ketua MPR Bambang Soesatyo, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhajir Effendy, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir, Tokoh Masyarakat K H Abdullah Gymnastiar juga Taufiq Ismail.

Berita Terkait : Awas, Diare Tanda Awal Gejala Covid-19

Acara tersebut diharapkan mampu menguatkan keluarga yang ditinggalkan. Serta memberikan dukungan semangat bagi tenaga kesehatan lainnya yang masih melayani pasien Covid-19.

“Semoga mereka masih tetap semangat melayani dan terhindar dari paparan Covid-19 yang bisa menyebabkan mereka tidak bisa lagi melayani lagi masyarakat,” ucap Harif.

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menyampaikan duka cita mendalam atas meninggal dunianya para perawat akibat terpapar Covid-19 saat bertugas.

Dia mengucapkan terima kasih kepada para perawat yang sudah bertugas dalam menangani pasien Covid-19.

Baca Juga : Batasi Kerumunan, Peserta Kampanye Kudu Lebih Kreatif

“Saya menyampaikan rasa duka cita mendalam atas gugurnya 78 perawat dalam melayani pasien dalam melawan Covid-19. Paling banyak pada wilayah Jawa Timur. Semoga jasanya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” kata Terawan dalam acara yang sama secara virtual, kemarin.

Selain 78 perawat yang meninggal dunia, selama pandemi Covid-19, tercatat 115 dokter di Indonesia meninggal dunia akibat terinfeksi penyakit ini. Menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDI), angka kematian dokter di Indonesia saat ini tercatat yang tertinggi di Asia.

Menteri Terawan berjanji, pemerintah bakal memberikan santunan kepada para perawat yang meninggal akibat Covid-19. Hal itu sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan itu, Terawan mengingatkan para perawat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan selama menjalankan tugas.

Baca Juga : Polisi Jaring 221 Pelanggar

Sebab, sudah banyak teman rekan sejawat tenaga kesehatan yang sakit dan meninggal karena terpapar saat menangani Covid-19. Ini bukti bahwa kerja ini berisiko tinggi bertaruh nyawa demi raga yang lain. [QAR]