RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U., M.I.P menegaskan, pelaku penusukan Syekh Ali Jaber akan dibawa ke pengadilan. Dia menepis spekulasi yang berkembang di masyarakat, pelaku kemungkinan besar tidak diadili karena sakit jiwa.

“Itu tidak benar, pemerintah transparan dan akan meneruskan kasus ini ke pengadilan,” setibanya di bandara internasional Minangkabau, Padang, dalam rangka peluncuran program Konsultasi Publik, yang diselenggarakan Kedeputian Bidang Kesatuan Bangsa, Kemenko Polhukam.

Berita Terkait : Besok, Polisi Gelar Rekonstruksi Penusukan Syekh Ali Jaber

Pakar hukum itu mengatakan, pemerintah melalui Polri sudah bersikap, pelaku akan terus dibawa ke pengadilan dengan actus reus atau tindakan yang sudah nyata. Soal sakit jiwa atau tidak, nantinya hakim yang menentukan.

Hakim, ujar Mahfud, mungkin nanti akan meminta dokter untuk memeriksa. Namun polisi tidak akan menghentikan karena alasan sakit jiwa. “Biar nanti di pengadilan saja advokat yang mendampingi membela, apakah dia sakit jiwa atau tidak,” jelasnya.

Berita Terkait : Penusuk Syekh Ali Jaber Terancam Hukuman Mati, Paling Lama 20 Tahun Penjara

Mahfud juga menegaskan, pemerintah ingin agar tidak ada spekulasi lagi, bahwa pemerintah menutup-tutupi kasus ini. Semuanya transparan dan proses hukum berjalan terus.

Presiden, ujar mantan ketua Mahkamah Konstitusi ini, juga memerintahkan kepadanya agar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Indonesia (BNPT), Polri dan Badan Inteliejn Negara (BIN) turut menyelediki semua kasus penyerangan kepada sejumlah ulama sebelumnya. “Apakah ada pola yang sama. Ini diusut tuntas. Agar tidak ada spekulasi di masyarakat,” pungkasnya. [OKT]