RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah bekerja sama dengan United Nation Childrens Fund (Unicef) dalam penyediaan layanan pengadaan vaksin Virus Corona (Covid-19).

Kesepakatan itu ditandatangani oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan perwakilan Unicef Indonesia, kemarin.

“Peran Unicef dalam rencana Covax Facility adalah sangat penting. Upaya tersebut akan memastikan setiap negara termasuk Indonesia memiliki akses yang aman, cepat dan merata terhadap vaksin Covid-19,” ujar Terawan.

Terawan menjelaskan, Indonesia tergabung dalam layanan fasilitas Covax. Covax merupakan skema pembiayaan untuk menjamin ketersediaan akses vaksin Covid-19 yang cepat, adil dan setimpal di dunia.

Baca Juga : Dubes India Kumar Rawat Temui Sekjen DPR Bahas HUT Gandhi

Dia mengatakan, Unicef bersama mitranya sudah berkomitmen memberikan vaksin yang aman dan efektif bagi negara yang tergabung dalam Covax Facility.

Karena itu, dia menilai peran Unicef dalam rencana Covax Facility sangat penting terutama bagi Indonesia.

Sementara, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi yang ikut menyaksikan penandatanganan tersebut mengatakan, kesepakatan itu diharapkan mampu mengantisipasi terjadinya perlambatan dalam distribusi vaksin Covid-19.

Jika vaksin melalui mekanisme multilateral sudah ada, maka semua infrastruktur yang diperlukan sudah siap. “Sehingga tidak terjadi delay dalam distribusinya,” kata Retno.

Baca Juga : Ahok Kumat

Menurutnya, sejak awal pandemi, Indonesia secara konsisten terus menyuarakan pentingnya akses vaksin yang setara, aman dan dengan harga terjangkau, baik melalui jalur bilateral maupun multilateral.

Secara multilateral, Indonesia mengintensifkan komunikasi dengan Aliansi Vaksin GAVI, Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Wabah (CEPI) serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tiga institusi utama pelopor Covax Facility, yang dibentuk untuk memastikan akses adil dan merata terhadap vaksin Covid-19. Menurut Retno, Indonesia telah ditetapkan sebagai salah satu negara yang memenuhi syarat sebagai negara kategori Advance Market Commitment (AMC) dalam kerangka GAVI Covax Facility.

“Indonesia akan memperoleh vaksin sebanyak 20 persen dari jumlah penduduk, di mana di dalamnya akan terdapat bantuan keringanan finansial melalui mekanisme Official Development Assistance (ODA),” kata Retno.

Baca Juga : Ali Jaber Sudah Dakwah Lagi

Untuk itu, komunikasi dengan GAVI dan Covax Facility terus diintensifkan termasuk mengenai waktu ketersediaan dan harga vaksin yang diperkirakan tersedia pada 2021 ini.

Yang pasti, dengan adanya bantuan finansial ODA maka diharapkan harga vaksin akan lebih murah dibanding mekanisme yang lain.

Unicef memiliki Divisi Suplai yang merupakan gudang terbesar di dunia untuk menyimpan dan mendistribusikan komoditas kemanusiaan seperti vaksin. Berbasis di Copenhagen, Denmark, Unicef Supply Division saat ini melayani kebutuhan 140 negara anggota termasuk Indonesia. [QAR]