RMco.id  Rakyat Merdeka - Tanggal 17 September dikenal sebagai Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas). Momen ini pun diperingati seluruh insan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kamis (17/9). Tak terkecuali Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi

Pagi tadi, Budi Karya memimpin upacara Harhubnas, di lapangan Kantor Kemenhub. Uniknya, walaupun kelahiran Palembang, pria yang akrab disapa BKS ini memilih mengenakan pakaian adat Kalimantan Selatan untuk memimpin upacara peringatan Harhubnas.

Berita Terkait : Jaga Imunitas, BKS Pilih Timik-timik Setiap Pagi

Menhub tampak gagah mengenakan baju adat Kalimantan Selatan bermotif putih emas. Sebagai pelengkap, penutup kepala dan kain bawah bercorak hitam emas dikenakannya. Tak lupa juga masker.

Eks Dirut Angkasa Pura ll ini menyampaikan sejumlah tantangan yang belum terselesaikan dalam pembangunan transportasi. Menurutnya, capaian kinerja pembangunan infrastruktur transportasi harus dipublikasikan secara massif kepada masyarakat. Hal ini dilakukan untuk menimbulkan efek positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Berita Terkait : Soal Aturan Sepeda, Menhub: Untuk Keselamatan

Kemudian, belum tercapainya pemenuhan akses dan keterjangkauan, peningkatan pendapatan masyarakat dan perubahan karakteristik pasar baik lokal, regional maupun global. "Hal lain yang penting adalah adanya kepastian peraturan perundang-undangan di bidang transportasi. Peraturan yang baik tidak hanya mempertimbangkan aspek hukum dan teknis semata tapi juga mempertimbangkan aspek sosiologis dan aspek komunikasi," katanya.

Menhub menjelaskan, Presiden Jokowi berulang-ulang menyampaikan manfaat pembangunan infrastruktur adalah menciptakan lapangan kerja. Selain itu, juga menciptakan titik pertumbuhan ekonomi baru dan semakin mempermudah akses untuk menjangkau suatu wilayah. Untuk itu, kata, pembangunan sistem transportasi harus diamati dengan kacamata yang berbeda.

Berita Terkait : Program Padat Karya Kemenhub Serap 16.686 Tenaga Kerja

"Tidak hanya memperhatikan biaya yang harus ditanggung oleh masyarakat dalam melakukan perjalanan atau out-of-pocket cost tapi juga memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan agar muncul titik-titik pertumbuhan ekonomi baru," ujarnya.

Menhub mengakui pandemi Covid-19 menimbulkan persoalan baru terhadap layanan transportasi. Namun, ia mengajak seluruh insan perhubungan merapatkan barisan menyelesaikannya. "Bagaimana kita dapat tetap melayani masyarakat dengan maksimal walaupun masih dalam suasana pandemi Covid-19. Protokol kesehatan harus selalu diterapkan dalam setiap pelayanan transportasi di semua matra baik darat, laut, udara maupun pelayanan transportasi di perkeretaapian," jelasnya. [KPJ]