RMco.id  Rakyat Merdeka - Gedung kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meraih penghargaan dalam ajang ASEAN Energy Awards 2020. Gedung Heritage dan Gedung Chairul Saleh menjadi pemenang dalam lomba gedung hemat energi.

Pengumuman dan penganugerahan pemenang akan dilakukan pada The 38th ASEAN Ministers on Energy Meeting di Da Nang, Vietnam, November 2020 mendatang. "Gedung Heritage sebagai 1st runner-up pada kategori Small & Medium Green Building, sementara Gedung Chairul Saleh sebagai 2nd runner-up untuk kategori Small & Medium Energy Management in Building," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi, jumat (18/9).

Baca Juga : Penuhi Kebutuhan Energi Warga , 41 Unit Pertashop Hadir di Jawa Barat

Agung mengatakan bahwa dengan penghargaan ini diharapkan gedung-gedung di lingkungan Kementerian ESDM dapat ikut serta pada ASEAN Energy Awards di tahun-tahun berikutnya. "Partisipasi dalam kompetisi ini juga diharap dapat mendorong pengelola gedung dan pegawai Kementerian ESDM menerapkan pola hidup hemat energi," ungkapnya.

Gedung Heritage, atau tempat Menteri ESDM Arifin Tasrif berkantor, merupakan gedung bersejarah yang telah direnovasi pada tahun 2016 dan ditransformasi menjadi Near-Zero Energy Building.

Baca Juga : 35 Calon Muda Praja IPDN Positif Covid-19

Sejak tahun 2017 bangunan tersebut telah terpasang 441 panel surya dengan total kapasitas 86 kWp atau setara dengan 44,2% dari total kapasitas listrik terpasang. Sistem energi terbarukan tersebut mampu menghasilkan energi 70.080 kWh/tahun dan menghasilkan penghematan hingga 7.008 USD per tahunnya.

Sebagai upaya dalam mengurangi dampak lingkungan, Gedung Heritage akan ditambahkan sistem energi terbarukan lainnya dan ditargetkan menjadi Bangunan Nett Zero Energy pada tahun 2024.

Baca Juga : Arsip Autentik Indonesia Buktikan Kesaktian Ideologi Pancasila

Selain itu, Gedung Heritage juga telah didesain dengan konsep Green & Healthy Building, dengan geometri bangunan menghadap Utara-Selatan, memanfaatkan pencahayaan alami, menyediakan bukaan ventilasi di sekeliling bangunan dan juga dikelilingi dengan 28 jenis pepohonan yang berfungsi melindungi bangunan dari sinar matahari langsung dan mengurangi pencemaran udara. Hal tersebut dapat membuat pengguna gedung dapat meningkatkan produktivitas, kesejahteraan dan kualitas udara dalam ruangan yang sehat.
 Selanjutnya