RMco.id  Rakyat Merdeka - Tak hanya dokter dan perawat, tenaga kesehatan yakni bidan dan apoteker juga terpapar Virus Corona. Sudah 803 apoteker terpapar Covid-19.

Enam di antaranya meninggal dunia. Lebih ngeri lagi, kalangan bidan. Saat ini sudah 2.291 orang bidan terkonfirmasi positif Corona, 22 orang meninggal dunia.

Berita Terkait : Dokter Terbaik RSUD Temanggung Wafat Akibat Disengat Covid-19

Ketua Bidang Apoteker Advance dan Spesialis Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Prof Kerry Lestari Dandan mengungkapkan, selama tujuh bulan dibekap pandemi Covid-19, sudah 803 orang apoteker terkonfirmasi positif Covid-19.

Enam di antaranya meninggal dunia dan 640 sembuh. Sisanya masih dalam perawatan. “Namun tentu saja ini pengabdian profesi yang harus kita lakukan. Apoteker harus bersama masyarakat,” ujarnya dalam dialog Benteng Terakhir Penanganan Covid-19 di YouTube BNPB, kemarin.

Baca Juga : Vanessa Angel, Dapat Oleh-oleh Dari Angie

Penularan Covid-19 juga terjadi di profesi kebidanan. Sekretaris Jenderal PP Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ade Jubaedah menjelaskan, sebanyak 2.291 orang bidan positif Covid19.

Dari angka itu, 22 orang meninggal dunia. 178 orang masih menjalani perawatan. Sementara yang sembuh 1.345 orang. Ade juga merinci, 746 orang bidan yang melakukan isolasi mandiri.

Baca Juga : Demokrat Tolak Wacana Pilkada Dan Pemilu Serentak

Bidan suspect Covid-19 sebanyak 913 orang, kontak erat 223 orang dan 2 orang dengan status probable. Seluruh data tersebut merupakan akumulasi hingga Senin (21/9).
 Selanjutnya