RMco.id  Rakyat Merdeka - Sektor logistik jadi salah satu yang terkena dampak Corona (Covid-19). Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi berjanji, akan memperbaiki sektor logistik akan kembali kinclong lagi. 

Menhub mengakui, industri  logistik di masa pandemi Covid-19 penuh dengan tantangan. Melemahnya ekonomi tentu pengaruh ke supply chain dan pengangkutan logistik nasional. 

Berita Terkait : Ini Jurus Kemenhub Selamatkan Sektor Logistik

“Data BPS, sektor transportasi pergudangan kontraksi paling dalam sebanyak 30,8 persen. Salah satunya penurunan ekspor 12,6 persen, impor kontraksi 16,9 persen," ujarnya dalam webinar Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan bertajuk Ketahanan Angkutan Logistik Di Masa Pandemi Covid-19, Kamis (24/9).

BKS-sapaan akrab Budi Karya menilai, penurunan tersebut terjadi karena gerai penjualan selama berlakunya PSBB di berbagai wilayah di Indonesia. Kontraksi perdagangan karena penurunan daya beli masyarakat yang berimbas berkurangnya aktivitas produksi dan distribusi.

Berita Terkait : Agar Tak Cuma Jadi Pasar, Pemerintah Harus Atur Sektor Digital

Dengan begitu, Covid-19 membuat lalu lintas barang anjlok karena penurunan di berbagai sektor lainnya. Padahal, di masa pandemi aktivitas logistik harus terus terjaga ketersediaannya karena strategis dan menjadi tulang punggung.

"Sektor lain butuh upaya-upaya harus dipulihkan jangka panjang butuh dukungan pemerintah, diperlukan serangkaian kegiatan menjamin barang logistik dan sebagainya harus terjaga dengan baik. Kami memang ingin ketahanan ini harus dijaga, dan pemerintah serta pengusaha harus menghadapi satu adaptasi kebiasaan baru," katanya.

Berita Terkait : ITS Luncurkan Autonomuos Boat, Menhub: Saatnya Indonesia Kuasai Teknologi Maritim

Untuk memperbaiki kondisi tersebut, Menhub mengaku perlu melakukan penataan terhadap sistem pengiriman barang baik di level domestik maupun internasional. [KPJ]