RMco.id  Rakyat Merdeka - Tiga maskapai dilaporkan melanggar batas kapasitas pesawat 70 persen, dan tidak menerapkan jaga jarak pada masa pandemi. Baik di dalam pesawat maupun di bandara.

Ketiganya dipastikan kena denda administratif maksimal Rp 300 juta.

Berita Terkait : Dongkrak Imunitas, KKP Anjurkan Makan Ikan Minimal 300 Gram Per Minggu

Hal ini diungkap Otoritas Bandar Udara Wilayah II Kualanamu, Medan berdasarkan Laporan Hasil Pengawasan (LHP), seperti disampaikan Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto.

"Ada tiga perusahaan penerbangan yang tidak menerapkan prinsip jaga jarak di dalam pesawat udara kategori jet transport narrow body (berbadan sedang) dan wide body (berbadan lebar), yang digunakan untuk angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri. Sesuai konfigurasi tempat duduk dan pengaturan kursi penumpang berdasarkan karakteristik penumpang, maksimal 70 persen kapasitas angkut. Kami akan jatuhkan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata Novie dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (25/9).

Berita Terkait : Kemenhub Siapkan 50 Fasilitas Parkir Sepeda di Jakarta

Sanksi yang diberikan mengacu Peraturan Menteri 56 Tahun 2020 Pengenaan Sanksi Administratif terhadap Pelanggaran Peraturan Perundang-undangan di Bidang Penerbangan. Berupa sanksi denda administratif sebesar 250 - 3000 per penalti unit ( satu penalti unit = Rp 100.000) atau Rp 25-300 juta.

"Kami terus berupaya untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Siapa pun yang melanggar, akan kami berikan sanksi tegas,” ujar Novie.

Berita Terkait : Tol Laut di Masa Pandemi, Menhub: Nggak Boleh Berhenti

Sebelum ditetapkan Peraturan Menteri 56 Tahun 2020, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah memberikan surat teguran, serta pencabutan izin rute terhadap perusahaan penerbangan yang melanggar ketentuan pembatasan kapasitas maksimum di dalam pesawat.

“Saya berharap, semua perusahaan penerbangan dapat mematuhi ketentuan yang berlaku. Mari kita bersama-sama menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Demi penerbangan yang selamat, aman dan sehat,” pungkas Novie. [KPJ]