RMco.id  Rakyat Merdeka - Penambahan kasus Corona belakangan ini sudah lebih kendur dibanding pekan kemarin. Kasus aktif Corona sudah di bawah rata-rata dunia. Meskipun sudah ada kemajuan menggembirakan, Presiden Jokowi belum senang. Jokowi minta Luhut Pandjaitan Cs kerja lebih keras lagi.

Kemarin, Presiden kembali menggelar rapat terbatas terkait laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Negara, Jakarta.

Berita Terkait : Tinjau Lokasi Banjir, Jokowi Terbang Ke Kalsel

Dalam rapat yang digelar secara virtual itu, Jokowi mengaku sudah menerima data perkembangan Corona per 27 September 2020. “Rata-rata kasus aktif di indonesia itu 22,46 persen, 22,46 persen. Ini sedikit lebih rendah daripada rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 23,13 persen. Saya kira ini baik untuk terus diperbaiki lagi,” kata Jokowi.

Meskipun angka aktif sudah menurun, Jokowi masih belum puas dengan kasus kematian. Meski sebenarnya ada perbaikan dari 4,33 persen menjadi 3,77 persen, tetap saja jumlah pasien yang wafat karena covid masih lebih tinggi dari dunia yang hanya 3,01 persen.

Berita Terkait : Sabam Sirait: Jadi Orang Pertama Divaksin Bukti Jokowi Mau Lindungi Rakyat

Begitu juga dengan tingkat kesembuhan yang bikin Jokowi mengernyitkan dahi. Catatannya, tingkat kesembuhan masih di bawah dunia. Angkanya 73,76 persen berbanding 73,85 persen.

Adapun secara kumulatif per Senin (28/9) yang positif mencapai 278.722 orang, sedangkan yang sembuh 206.870, dan 10.473 wafat.

Berita Terkait : Raffi Di-bully, Ahok Juga

Agar angka kesembuhan bisa lebih didongkrak lagi, Jokowi meminta agar metode pengobatan Corona harus sesuai standar Kementerian Kesehatan. “Tadi malam saya mendapatkan laporan dari Wakil Ketua Komite dan juga dari Menteri Kesehatan bahwa standar untuk pengobatan semuanya sudah diperintahkan mengacu pada standar yang diberikan Kemenkes, baik itu di ICU, di ruang isolasi, dan wisma karantina,” beber eks Gubernur DKI Jakarta ini.
 Selanjutnya