RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 21,8 triliun untuk proses vaksinasi Covid-19. Anggaran tersebut akan digelontorkan selama dua tahun.

“Kebutuhan dana vaksin yang sudah disiapkan tahun ini sebesar Rp 3,8 triliun, dan APBN 2021 disiapkan Rp 18 triliun,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, Presiden Jokowi juga akan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai panduan proses vaksinasi agar prosesnya bisa berjalan sesuai target waktu, lokasi dan kelompok masyarakat yang lebih dulu divaksinasi.

Berita Terkait : Kerumunan Tanpa Masker Seusai Vaksin, Raffi Ahmad Minta Maaf Ke Jokowi

Jokowi juga memerintahkan jajarannya membuat perencanaan produksi vaksin Covid-19 dalam waktu dua minggu ke depan. Dia meminta perencanaan itu disusun secara terperinci agar saat pelaksanaan dapat berjalan lancar.

“Saya minta untuk rencana vaksinasi, suntikan vaksin direncanakan detail seawal mungkin,” ucap Jokowi saat membuka rapat terbatas soal Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Jakarta, kemarin.

Perencanaan itu, lanjut Jokowi, harus dibuat mulai dari jadwal vaksinasi hingga siapa yang akan mendapat vaksin pertama kali.

Berita Terkait : Jokowi: Kurang Dari Setahun, Vaksinasi Harus Selesai

Dia menegaskan, perencanaan itu perlu disusun agar vaksin yang sudah diproduksi dapat langsung didistribusikan kepada warga.

“Semua harus terencana dengan baik, sehingga saat vaksin ada, tinggal implementasi pelaksanaan di lapangan,” tuturnya.

Jokowi sebelumnya menyampaikan, ketersediaan vaksin Covid-19 akan menjadi pengubah alias game changer dalam perang global melawan pandemi.

Baca Juga : Awas Zoonosis!

Vaksin Covid-19 ditargetkan bisa mulai disuntikkan ke masyarakat pada awal 2021. Sementara, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, TNI akan mengerahkan seluruh personelnya untuk mengatasi pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Prajurit di tiga matra akan dikerahkan untuk pendistribusian vaksin. “Saya sudah meminta semuanya siap melanjutkan operasi kemanusiaan. Termasuk ketika kelak harus mendistribusikan vaksin ke seluruh daerah,” ucap Hadi.
 Selanjutnya