RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengingatkan industri dan pekerja menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Corona. Caranya dengan tidak melakukan demonstrasi dan mogok kerja.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita meminta, pelaku industri dan pengelola kawasan industri agar memberikan pengertian kepada para karyawan untuk menghindari aktivitas yang melibatkan berkumpulnya banyak orang. “Itu beresiko penularan Corona karena  bisa membahayakan keselamatan pekerja dan mempengaruhi produktivitas industri,” ujar Agus, Rabu (30/9).

Menurut, sejauh ini industri telah menjalankan protokol kesehatan dengan baik serta secara rutin melakukan sosialisasi kepada para karyawan. Kemenperin juga telah mengirimkan surat kepada perusahaan untuk dapat melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap aktivitas para pekerjanya, baik di dalam maupun luar lingkungan kerjanya. 

Berita Terkait : Cegah Corona, Pengusaha Minta Buruh Tak Mogok

“Karyawan merupakan aset penting, sehingga perlu dijaga kesehatannya dalam rangka mendukung roda ekonomi tetap berputar,” paparnya.

Dalam situasi yang perlu kewaspadaan ini, kata dia, prioritas di sektor industri adalah kondisi kesehatan di lingkungan kerja serta produktivitas industri. Dua hal tersebut mendukung kondisi perekonomian yang diharapkan dapat terus membaik, setelah sebelumnya terdampak berat. 

“Sementara itu, pemerintah terus berupaya mengambil kebijakan yang dapat mendukung dan memfasilitasi sektor usaha untuk bertahan dan tumbuh, meskipun dalam situasi yang penuh tekanan,” kata Agus.

Berita Terkait : 4 Serikat Buruh Tak Ikut Mogok Tolak RUU Cipta Kerja

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mewujudkan dunia usaha yang lebih kondusif, kata dia, dengan menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja. Melalui pengesahan RUU tersebut, diharapkan masyarakat mendapatkan berbagai macam kemudahan dalam berusaha. Kalangan industri mendukung penuh adanya RUU Cipta kerja. 

RUU Cipta Kerja mendukung pelaku usaha dalam mengurus perizinan agar lebih cepat, sehingga meningkatkan investasi dan secara langsung dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja,” ujarnya.

Selain itu, peningkatan kesejahteraan dan perlindungan pekerja juga menjadi fokus dalam RUU tersebut. Misalnya, memperoleh Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan yang mendukung mereka untuk kembali ke dunia kerja.

Berita Terkait : PSBB Jilid Dua Kembali Tekan Sektor Manufaktur

“RUU Cipta Kerja diharapkan dapat menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi secara maksimal, karena setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi dapat menyerap sekitar 300-350 ribu pekerja,” tukas Agus. [DIT]