RMco.id  Rakyat Merdeka - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengacungi jempol penanganan Corona yang dilakukan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Pasalnya, penanganan sejalan dengan kebijakan micro lockdown yang tengah didorong pemerintah pusat.

"Langkah-langkah gubernur sangat inovatif. Kita mendengarkan tadi, sejalan dengan apa yang pemerintah pusat ambil yaitu micro lockdown," kata Moeldoko seusai bertemu Sultan HB X di Keraton Kilen, Yogyakarta, seperti dikutip dari Antara, Jumat (2/10).

Menurut Moeldoko, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang semakin mikro sangat diperlukan. Misalnya pada lingkup RW atau beberapa rumah saja.

Berita Terkait : Kasus Positif Nanjak 4.317, Totalnya Jadi 295.499

"Ini yang sedang diterapkan bapak gubernur dan sangat selaras dengan langkah-langkah kebijakan nasional yang diambil pemerintah pusat," kata dia.

Menurut Moeldoko, Presiden Jokowi telah menekankan agar PSBB tidak serta merta diterapkan secara makro. "Jangan langsung di dalam satu kabupaten dinyatakan PSBB, tidak, tetapi memang kalau kejadiannya dalam sebuah zonasi yang kecil itu perlakuannya semakin mikro," kata dia.

Sementara itu, Sri Sultan HB X menyampaikan, selama ini yang dilakukan di DIY adalah pembatasan di tingkat desa. Pendatang yang masuk, dikontrol lewat lurah, babinkamtibmas, babinsa, dan anak-anak muda. 

Berita Terkait : Besok, 15 Juta Bahan Baku Vaksin Covid Bakal Tiba Di Tanah Air

“Yang masuk dimintai data berupa nama dan alamat, sebagai kontrol untuk memudahkan penjejakan," kata dia.

Dengan cara itu, ia berharap, tumbuh kesadaran masyarakat karena diposisikan sebagai subjek. Sehingga, tanpa harus digemborkan untuk memakai masker dan sebagainya, masyarakatakan menjalankan itu.

Meski demikian, Sultan tidak memungkiri bahwa dalam perkembangan di lapangan bisa muncul klaster penularan Covid-19. Hal tersebut disebabkan pemerintah tidak mungkin bisa membatasi warga DIY pergi atau pun menutup diri dari pendatang.

Berita Terkait : Libur Panjang, Biang Kerok Ledakan Penularan Corona

"Yang terpenting itu adalah tracing, sehingga pihak yang kebetulan berada di tempat dan jam yang sama dengan suspect positif, dapat segera ditindaklanjuti," katanya. [DIT]