RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong pedagang di pasar rakyat melakukan transaksi melalui digital. Hal ini untuk mencegah penyebaran Corona.

Untuk mewujudkan hal itu, Kemendag bekerja sama dengan OVO. Dengan kerja sama ini pedagang di pasar rakyat dapat melakukan transaksi melalui program Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga mengatakan, melalui digitalisasi, pasar bisa menjadi potensi penambah pendapatan pedagang karena mereka bisa menjajakan dagangan secara daring, tanpa batas, dan membuka akses yang dahulu hanya bisa diakses di tempat bernama pasar saja. “Sementara, dari sisi pembeli tidak harus pergi ke pasar secara rutin untuk membeli kebutuhan sehari-hari karena bisa membeli lewat gawai mereka,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (3/10).

Berita Terkait : Revitalisasi Pasar Rakyat Bantu Pulihkan Ekonomi

Digitalisasi, lanjut Jerry, menjadi salah satu inovasi dan prioritas Kemendag agar sektor perdagangan tetap bergairah. Konsep besar digitalisasi pasar ini juga sesuai dengan pola-pola perdagangan baru sebagai dampak pandemi Covid-19. Di antaranya, terjadi peningkatan perdagangan daring, penggunaan kurir daring, peningkatan penggunaan cara pembayaran nontunai, dan penurunan mobilitas dan aktivitas sosial di ruang publik. 

Untuk itu, keberlangsungan ekonomi, bisnis, produksi, distribusi, logistik, dan promosi tak lepas dari dukungan inovasi dan peran teknologi.

“Kemendag akan menjadi pihak terdepan yang mewujudkan hal itu sehingga pasar semakin berfungsi sebagai penyokong perekonomian negara,” tegasnya.

Baca Juga : Longsor Sumedang, Korban Meninggal Bertambah Jadi 29 Dan 11 Orang Hilang

Kemendag mendukung dan mengapresiasi langkah yang dilakukan OVO untuk mendigitalisasi pasar rakyat. “Dengan digitalisasi ini tentunya akan membangkitkan ekonomi kerakyatan. Untuk itu, diharapkan digitalisasi ini tidak berhenti di Pasar Bersehati saja, tapi bisa diterapkan di seluruh pasar di Indonesia," harapnya.

Wamendag juga menjelaskan, pasar rakyat merupakan unsur vital bagi perdagangan dan merupakan bagian aktivitas sehari-hari masyarakat. Untuk itu, pola-pola konvensional yang dilakukan di pasar sebelum pandemi harus segera disesuaikan dengan pola-pola kehidupan adaptasi kebiasaan baru.

Bagaimana tanggapan OVO terhadap kerja sama ini? Presiden Direktur OVO, Karaniya mengatakan, berkomitmen mendukung upaya Pemerintah, khususnya Kemendag, melalui inisiatif digitalisasi pasar rakyat. Melalui implementasi QRIS, pelaku UMKM, khususnya pedagang di pasar rakyat dapat melakukan transaksi minim kontak secara aman, nyaman dan praktis. 

Baca Juga : Juara Di Thailand Open, Greysia/Apriyani Selamatkan Muka Indonesia

Menurut dia, pasar rakyat sebagai salah satu pusat pergerakan ekonomi masyarakat, diharapkan terus menjalankan kegiatan dengan menjalankan protokol kesehatan secara patuh, termasuk dalam melakukan transaksi.

"Hal ini yang mendorong OVO bersama Kemendag, melakukan digitalisasi di Pasar Bersehati, Manado, Sulawesi Utara sekaligus mengajak pengguna dan pedagang pasar lebih akrab dengan transaksi nirsentuh melalui QRIS," ungkap Karaniya.

OVO merupakan platform pembayaran digital, dan layanan finansial terdepan di Indonesia. Kini, OVO telah hadir di 115 juta perangkat dan bisa digunakan untuk mengakses pembayaran, transfer, isi ulang saldo (top up). OVO diterima di lebih dari 373 kota di Indonesia dan berkomitmen untuk membangun perusahaan pembayaran dan teknologi finansial terbesar di Indonesia. [DIT]