RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi meninjau sejumlah kegiatan pembangunan prasarana dan sarana pendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), kemarin. “Saya meninjau sekaligus mengontrol penataan kawasan wisata Labuan Bajo. Ada titik-titik kawasan yang telah ditentukan dan direncanakan sejak tahun 2019. Pekerjaannya telah dimulai, seperti di goa Batu Cermin yang sudah selesai 49 persen,” kata Jokowi.

Penataan goa Batu Cermin meliputi pembangunan sejumlah fasilitas seperti ampiteater dan rumah budaya untuk mendukung kegiatan seni dan budaya lokal. Fasilitas lain yang juga dibangun adalah trekking point menuju goa, kantor pengelola, loket, kafetaria, area parkir, auditorium, pusat informasi dan toilet.

Berita Terkait : Jokowi: Banjir Kalsel Terbesar Dalam 50 Tahun Terakhir

Jokowi menekankan, pentingnya penggunaan material lokal, seperti batu alam dan andesit dalam pengerjaan prasarana dan sarana, termasuk penggunaan batu alam kefa untuk bangunan Puncak Waringin.

Untuk pengerjaan jalur trekking goa Batu Cermin, dilaksanakan dengan skema Padat Karya Tunai (PKT) yang melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan.

Berita Terkait : Jokowi: Kemitraan Usaha Besar-UMKM Kerek Pertumbuhan Ekonomi

Pengerjaan ini meliputi pembongkaran jalur trekking eksisting dan pekerjaan beton jalur trekking dengan melibatkan 90 pekerja lokal selama 42 hari kerja.

Penataan goa Batu Cermin dikerjakan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi NTT Ditjen Cipta Karya mulai 16 Maret 2020. Kontraktor pelaksana penataan kawasan ini adalah PT Karya Shinta Manarito dengan kontrak senilai Rp 29,83 miliar.

Berita Terkait : Kesannya, Kayak Kurang Kerjaan

Diharapkan, dengan penataan kawasan ini goa Batu Cermin dapat menjadi destinasi wisata favorit baru di NTT, selain Pulau Komodo dan Labuan Bajo. “Pelabuhan peti kemas lama akan kita rombak dan dipindahkan ke pelabuhan baru di Wae Kelambu. Kita harap Penataan Kawasan Waterfront Pantai Marina - Bukit Pramuka Zona 5 (serta zona 1, 2 dan 3 yang merupakan Pelabuhan lama) dapat selesai akhir 2021,” harapnya..

Penataan Kawasan Waterfront Pantai Marina - Bukit Pramuka terbagi menjadi lima zona. Zona 1 Bukit Pramuka, Zona 2 Kampung air, Zona 3 Dermaga, Zona 4 kawasan Pantai Marina (Inaya Bay), Zona 5 Kampung Ujung. Zona 1 dan 2 dikerjakan oleh PT Wijaya Karya dengan anggaran Rp 109,6 miliar. Sementara Zona 3 dan 5 dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya dengan anggaran sebesar Rp 285,1 miliar. [NOV]