RMco.id  Rakyat Merdeka - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 bakal melibatkan kader Keluarga Berencana (KB) untuk menyosialisasikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sebanyak 22.000 ribu penyuluh KB di daerah akan dikerahkan untuk meminimalisir klaster keluarga.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Bidang Perubahan Perilaku, Sonny Harry B. Harmadi mengatakan, penyuluh KB dianggap mampu mengedukasi perubahan perilaku hidup masyarakat.

Berita Terkait : Patuhi Protokol Kesehatan, Masyarakat Jangan Bandel

Menurutnya, pelibatan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) merupakan pilihan tepat. Karena lembaga tersebut sudah terbukti mampu mengubah cara berpikir dan budaya masyarakat hingga mau mengikuti program KB.

“Kita mengerahkan para penyuluh KB, baik PNS (Pegawai Negeri Sipil -red) dan non-PNS. Untuk menjadi garda terdepan sosialisasi edukasi kepada masyarakat, agar mereka memahami pentingnya kepatuhan terhadap protokol kesehatan,” kata Sonny, saat diskusi virtual, di Jakarta.

Berita Terkait : Olahraga Di Rumah Jadi Pilihan Tepat

Dia menuturkan, hal utama yang akan disampaikan para penyuluh KB kepada masyarakat adalah terkait penerapan 3M, yakni; memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

“Edukasi mereka fokus dalam pendidikan dan mitigasi ke kelompok sulit. Mitigasi spesifikasi ke target keluarga,” ucap Sonny.
 Selanjutnya