RMco.id  Rakyat Merdeka - Organisasi islam Muhamamdiyah kini sudah memiliki Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Lembaga wartawan ini dikelola oleh Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Lembaga ini diresmikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhamamdiyah, Haedar Nashir di Jakarta.

"Jurnalisme itu menjadi bagian dalam memberi kemajuan serta pencerahan dan menjadi bagian dari dakwah Muhamamdiyah," kata Haedar yang meresmikan lewat saluran daring di Jakarta, Senin (5/10).

Berita Terkait : Muhammadiyah Yang Minta, MUI Menyambut

Ia mengatakan, keberadaan lembaga UKW dapat memberikan pelatihan untuk meningkatkan kualitas wartawan di lingkungan Muhamamdiyah, juga kalangan umum.

Haedar berharap, Lembaga UKW ini dapat menjadi kontribusi Muhammadiyah dalam menelurkan jurnalis yang berkualitas sehingga turut memperkokoh pilar demokrasi keempat.

Apabila pilar demokrasi tersebut kokoh, kata dia, tentu dapat menentukan arah kemajuan bangsa yang dapat mengawal jalannya pemerintahan di Indonesia secara baik.

Berita Terkait : LPEI Peroleh Dana Rp 8,65 T dari Dua Lembaga Keuangan

Haedar menerangkan, bahwa media Suara Muhammadiyah (SM) suda berdiri pada 1915.

SM, kata dia, memberi kontribusi dalam upaya pencerahan dan dakwah melalui informasi yang disajikan melalui konten-kontennya. 

Hal itu harus terus diperkuat sesuai konteks kekinian, seperti melalui Lembaga UKW UMJ.

Baca Juga : Sembuh dari Covid, Pengusaha Muda ini Ajak Warga Patuhi Protokol Kesehatan

"Muhammadiyah sejak awal punya peran dalam menghadirkan dimensi dunia yang berkaitan dengan publikasi, pers, maupun dunia perspektif keilmuan," katanya.

Haedar mengatakan, aspek publikasi terus menjadi perhatian garapan untuk kebutuhan umat dan masyarakat. 

Hal itu seiring dengan sepak terjang Muhammadiyah yang berperan dalam pemberdayaan ekonomi, tabligh, pendidikan/sekolah dan lembaga kesehatan Penolong Kesengsaraan Umat (PKU). [NOV]