RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menyayangkan buruh yang akan melakukan mogok kerja, 6-8 Oktober 2020, untuk menolak pengesahan RUU Cipta Kerja. Menurut dia, undang-undang itu justru untuk membantu pertumbuhan ekonomi.

Melalui pengesahan RUU tersebut, Menperin berharap, masyarakat mendapatkan berbagai macam kemudahan dalam berusaha. Undang-undang itu mendukung pelaku usaha dalam mengurus perizinan agar lebih cepat, sehingga meningkatkan investasi dan secara langsung dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja.

Berita Terkait : Sore Ini, DPR Majukan Pengesahan RUU Cipta Kerja

Selain itu, kata dia, peningkatan kesejahteraan dan perlindungan pekerja juga menjadi fokus dalam RUU tersebut. Misalnya, memperoleh Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan yang mendukung mereka untuk kembali ke dunia kerja.

“RUU Cipta Kerja diharapkan dapat menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi secara maksimal, karena setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi dapat menyerap sekitar 300-350 ribu pekerja,” tukas Agus.

Berita Terkait : RUU Cipta Kerja Jamin Kepastian Sertifikasi Halal

Jangan Mogok

Karena itu, dia meminta, pelaku industri dan pengelola kawasan industri agar memberikan pengertian kepada para karyawan agar tidak demo dan mogok. “Itu beresiko penularan Corona karena  bisa membahayakan keselamatan pekerja dan mempengaruhi produktivitas industri,” ujar Agus seperti ditulis, Senin (5/10).

Berita Terkait : RUU Cipta Kerja Beri Jaminan Tenaga Kerja

Kemenperin juga telah mengirimkan surat kepada perusahaan untuk dapat melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap aktivitas para pekerjanya, baik di dalam maupun luar lingkungan kerjanya. “Karyawan merupakan aset penting, sehingga perlu dijaga kesehatannya dalam rangka mendukung roda ekonomi tetap berputar,” paparnya.

Dalam situasi yang perlu kewaspadaan ini, kata dia, prioritas di sektor industri adalah kondisi kesehatan di lingkungan kerja serta produktivitas industri. Dua hal tersebut mendukung kondisi perekonomian yang diharapkan dapat terus membaik, setelah sebelumnya terdampak berat. [DIT]