RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) Ditjen Sumber Daya Air bersama Kementerian Agama melakukan serah terima delapan bidang tanah Penggantian Tanah Wakaf Terdampak Lumpur Sidoarjo pada, Minggu (27/9).

Dalam sambutannya, Kepala PPLS Kementerian PUPR, Pattiasina Jefry Recky menyampaikan apresiasi atas terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) tersebut. 

“Sejak terjadinya peristiwa lumpur di Sidoarjo, proses penggantian tanah wakaf ini, kami jalankan dengan memegang prinsip transparansi dan akuntabilitas,” ujarnya. 

Tak lupa, Jefry juga menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasihnya kepada para Nazhir serta para pihak yang telah bekerja sama dengan PPLS dalam menyelesaikan proses penggantian tanah wakaf tersebut. 

Baca Juga : Bos Gapmmi: UU Cipta Kerja Untungin Buruh

Diharapkan kerja sama ini dapat semakin dipererat untuk penyelesaian sisa tanah wakaf yang belum selesai prosesnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas)  Kementerian Agama, Fuad Nasar menyampaikan, bahwa penyelesaian tanah wakaf terdampak lumpur Sidoarjo sudah dimulai sejak 2006. 

Terbitnya KMA ini merupakan awal yang baik untuk penyelesaian tanah wakaf lainnya di sekitar lumpur Sidoarjo. 

Ia menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk mengawal dan memastikan tanah wakaf ini mendapat ganti yang lebih baik. 

Baca Juga : Berkurang, Jumlah Pasien Covid di Wisma Atlet dan RS Daerah

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Tarmizi Tohor mengaku, sudah membuat tahapan penyelesaian puluhan lokasi lainnya. 

Saat ini, prosesnya sudah memasuki tahap pengajuan. Tarmizi mengajak semua pihak, khususnya Nazhir dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) untuk mengawal agar semua berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan. 

Lebih lanjut dikatakan, Tarmizi, bahwa delapa lokasi ini baru tahap awal. Menurutnya, pihaknya masih sedang mengawal proses penggantian tanah wakaf yang lainnya bersama PPLS. 

Tarmizi juga minta kepada yang telah menerima KMA pengantian tanah wakaf agar amanah dan dikelola dengan baik. 

Baca Juga : PB IDI: Virus Covid-19 Susah Ditebak

Diketahui, bencana semburan lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur  pada 2006 silam mengakibatkan hilangnya sejumlah lahan termasuk lahan wakaf. 

Saat ini, delapan lahan wakaf  sudah terbitkan dan diserahkan penggantian tanahnya untuk 5 mushola, 2 masjid, dan 1 sekolah, yakni Masjid Baitul Khamdi, Masjid dan Panti Asuhan Nurul Azhar, Musholla Subulus Salam, Musholla Raudhatul Mutaqin, SMK Nusantara dan TK Darussalam, Mushollah Darul Ulum, Musholla Ainul Yaqin, dan Musholla Nurut Taqwa. [NOV]