RMco.id  Rakyat Merdeka - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) memastikan komitmen serta semangat dokter dan tenaga kesehatan tetap tinggi dalam menangani pasien Covid-19.

Meski bekerja melewati batas jam kerja, para tenaga medis tetap rela melayani pasien Covid-19.

Demikian diungkap Wakil Ketua Umum PB IDI, Slamet Budiarto. Dia meyakinkan, tidak ada tenaga medis, dokter, perawat, tenaga laboratorium, relawan, dan seluruh yang berkaitan dengan pelayanan Covid-19 yang mengeluh.

Berita Terkait : Gandeng PKK, Anies Ajak Warga Terapkan 3M

“Mereka itu semua memutuskan jadi dokter, jadi tenaga kesehatan. Itu artinya semangat kemanusiaannya tinggi. Tidak ada yang mengeluh,” kata Slamet, saat diskusi di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB Jakarta, kemarin.

Bahkan, ujarnya, banyak relawan yang sudah selesai masa kerja satu bulan, langsung minta agar diperpanjang. Karena mereka ingin tetap bisa melayani pasien Covid-19.

“Mereka yang dilarang oleh pasangannya pun kadang tetap berangkat ke rumah sakit,” imbuh Slamet.

Berita Terkait : Yang Mau Muji Luhut, Silakan!

Yang menjadi harapan para tenaga medis, katanya, adalah terkait logistik. Karena pengobatan harus mencukupi, termasuk vitamin, hingga ventilator bagi pasien Covid-19.

“Kadang obat yang terkait dengan medis, kosong. Kan goal-nya menurunkan infeksi dan kematian. Kalau tenaga medisnya sudah siap, tapi obat dan alatnya tidak ada, jadi mengganggu pelayanan,” ungkap Slamet.

Untuk itu dia berharap, demi memutus rantai penyebaran Covid-19, dia meminta masyarakat sadar betul untuk patuh dan disiplin melaksanakan 3M. Yaitu wajib memakai masker, wajib mencuci tangan, dan wajib menjaga jarak.
 Selanjutnya