RMco.id  Rakyat Merdeka - Laporan sementara Kepala Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, Kolonel Khairul Ihsan Nasution kepada Presiden Jokowi bikin lega. Dalam penanganan pasien Covid-19 di RSKI ini, tingkat kesembuhannya sangat tinggi, sementara tingkat kematiannya nol. 

“Kemarin yang baru dipulangkan 27 orang. Tapi masuk lagi 29 orang,” kata Khairul, saat melapor kepada Presiden Jokowi seusai upacara HUT TNI ke-75 secara virtual, kemarin. 

Tingginya tingkat kesembuhan di RS yang dikelola TNI itu, menurutnya, merupakan bukti penanganan pasien terbilang baik. 

Hingga kemarin, dia merinci, RSKI Pulau Galang telah merawat sebanyak 3.265 orang. Dari angka itu, sebanyak 1.206 orang adalah pasien positif virus Corona. 

Kini, lanjut Khairul, RSKI Pulau Galang masih merawat 210 pasien, dari 360 kapasitas tempat tidur yang tersedia. Diketahui, RSKI Pulau Galang dapat menampung 360 pasien rawat inap. Selain itu, terdapat 20 ruang Intensive Care Unit (ICU) yang siap pakai sewaktu-waktu. 

Fasilitas pendukung lainnya ialah gedung skrining pasien yang dilengkapi satu alat PCR tes, dua bilik pengujian swab, laboratorium, helipad, dan asrama tenaga kesehatan. 

Baca Juga : 124 Napi Positif Terinfeksi

“Dengan okupasi rata-rata 80 persen,” jelasnya. Selain itu, Khairul juga merinci prajurit gabungan TNI dan Polri yang bertugas di RSKI Pulau Galang berjumlah 104 orang. Dia menyatakan, seluruh prajurit dalam keadaan sehat dan bersinergi dengan baik. 

“Sampai saat ini berjalan baik dan lancar, tidak ada kendala apapun,” ujarnya. 

Khairul menjelaskan, sejak pasien masuk ke RSKI Pulau Galang, mereka sudah diberitahu mengenai pola perawatan. Edukasi perawatan ini, dia nilai sangat penting untuk kesembuhan pasien. 

“Penekanan pertama ke pasien adalah, tidak boleh stres. Karena stres dapat menurunkan imun tubuh,” ucapnya. 

Lalu, pasien diberikan nomor kontak layanan di RSKI. Nomor ini dapat dihubungi apabila merasakan masalah selama perawatan. 

Di saat yang sama, juga bisa sebagai sarana konsultasi. Setiap pagi dan sore hari, kata Khairul, pasien selalu dikasih dua sendok madu. Ini demi meningkatkan ketahanan tubuh. Untuk mengurangi stres, pasien diberikan kesempatan keluar ruangan di pagi dan sore hari. 

Baca Juga : BIN Banjir Dukungan

“Boleh keluar ruangan selama dua jam di lapangan helipad. Sore hari dengan interval yang sama juga. Kami juga berikan waktu mencuci baju dan mengobrol sesama pasien,” tuturnya. 

Sedangkan untuk obat medis, lanjut Khairul, hanya mengikuti anjuran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dengan memberikan oseltamivir dua kali sehari. 

Dari laman kesehatan, obat ini tergolong obat anti virus yang bekerja dengan menghentikan aktivitas virus untuk berkembang. 

“Hanya itu saja obatnya. Hidroklorokuin sudah tidak kami gunakan lagi,” tuturnya. 

Khairul mengatakan, setiap pagi dan sore juga selalu ada petugas kesehatan yang datang ke fasilitas perawatan. Petugas kesehatan ini mengecek suhu, tensi, dan menanyakan keluhan dari pasien. 

“Kami berusaha memberikan pelayanan terbaik. Membuat pasien nyaman, rileks, tenang, dan selalu bugar,” ucapnya.

Baca Juga : Banteng Masih Sabar

 Selain itu, Khairul juga menyebutkan, kisaran waktu kesembuhan pasien Covid-19 di RSKI Galang antara 5 hingga 10 hari. 

“Selama perawatan, tidak ada pasien yang mengalami penambahan gejala,” ungkapnya. 

Mengenai banyaknya pasien yang sembuh di RSKI Galang dan 13 rumah sakit rujukan lainnya, turut mendongkrak angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Batam. 

Berdasarkan data terakhir, total jumlah pasien yang sembuh sudah mencapai 1.171 orang dari jumlah kasus 1.714 orang. [DIR]