RMco.id  Rakyat Merdeka - Tim Taskforce Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendukung langkah pemerintah provinsi Sumatera Utara (Sumut) menindak tegas pelanggaran protokol kesehatan. 

Ada tiga hal penting untuk memenangkan peperangan, yaitu hadirnya seorang pemimpin, mental untuk selalu berjuang dan Batem (bantuan tembakan). 

“Kehadiran Tim Taskforce Kemenkes merupakan Batem bagi pemda untuk menambah gempuran melawan Covid-19," kata Gubernur Provinsi Sumut, Edy Rahmayadi kepada Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan Kemenkes Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander Kaliaga Ginting Suka saat membuka pertemuan koordinasi percepatan penanganan Covid-19 di Kantor Gubernur Sumut, Senin (5/10).

Dalam pertemuan tersebut, Edy menjelaskan, segala upaya telah dilakukan untuk menekan angka penularan, seperti mempersempit resiko penularan di keramaian.

Berita Terkait : Masih Ada RS Tidak Jalankan Kepmenkes

"Kami telah menutup semua tempat-tempat hiburan. Mungkin masyarakat menilai, saya Gubernur kejam, tetapi ini tetap harus dilakukan karena bila didiamkan bisa habis saudara-saudara kita" tegas Edy.

Saat ini, Sumut telah memberikan sinyal positif dalam menangani Corona. Tercatat, terjadi peningkatan angka kesembuhan sebesar 5,1% dari satu minggu lalu sebesar 65,5% menjadi 70,6%. 

Selain itu, angka kematian juga berhasil diturunkan menjadi 4,1% dari 4,2% pada satu minggu yang lalu.

Selain itu, ketersediaan tempat tidur di RS Rujukan Covid-19 di Sumut dirasa masih cukup memadai dengan persentase BOR (Bed Occupancy Ratio) atau Angka penggunaan tempat tidur untuk ICU sebesar 62,20% dari total 82 tempat tidur dan untuk Isolasi sebesar 57,58% dari total 1254 tempat tidur.

Berita Terkait : Kemenkes Siapkan RS UI Jadi Pusat Rujukan Covid-19 Di Depok

Meski data menunjukkan bahwa ada peningkatan dalam penanganan Covid-19 di Sumut, Edy tetap berharap penanganan Covid-19 dapat dipercepat lagi, yaitu dengan berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat melalui Tim Taskforce Kemenkes.

"Semoga dengan hadirnya Tim Taskforce, dapat menambah motivasi untuk memacu laju angka kesembuhan dan menekan angka kematian akibat Covid-19 di Provinsi Sumut ," pungkasnya.

Sementara, Staf Khusus Menteri Kesehatan, Alexander mengapresiasi kepada Gubernur Sumut atas prestasi dalam menangani Covid-19. 

"Angka kesembuhan telah meningkat, ini merupakan sebuah prestasi bersama untuk Provinsi Sumut," ungkapnya. 

Berita Terkait : Cegah Klaster Baru Covid-19, Begini Saran Korni ke Pemerintah

Menurutnya, Sumut sudah banyak perubahan dan perkembangan dalam menangani Covid-19, mulai dari April, Mei, Juni dan sampai September ini.

Lebih lanjut Alex menambahkan, bahwa untuk menambah percepatan penanganan sangat penting memilih metode komunikasi, apakah yang saat ini dilakukan sudah maksimal? 

“Kita perlu strategi untuk mengedukasi masyarakat agar lebih mudah diarahkan untuk terus melaksanakan protokol kesehatan,” pungkasnya. [DIR]