RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah berhasil mengembangkan riset dan teknologi di masa pademi Covid-19. Akhir tahun ini, alat pendeteksi Covid-19, yakni GeNose siap dipakai masyarakat. 

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, pandemi memang membawa bencana kepada Indonesia dan seluruh dunia. 

Tapi, Ia juga mengakui, pandemi membawa berkah bagi riset dan teknologi Indonesia. 

Menurutnya, selama 6 bulan pandemi pemerintah berhasil mendorong transformasi digital untuk merespon situasi pandemi. 

Berita Terkait : Putus Rantai Covid-19, Ekonomi Dan Kesehatan Harus Bergandengan

Saat ini, Kemenristek telah mengembangkan puluhan inovasi selama masa pandemi dengan pendekatan triple-helix. 

Bambang mengakui, salah satu teknologi yang dikembangkan peneliti Indonesia dari kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. 

Yaitu alat pendeteksi virus corona yang diberi nama GeNose. Alat ini diklaim lebih nyaman dan lebih akurat dibandingkan tes swab PCR. 

Sebabnya, kata Bambang, GeNose yang dikembangkan dengan mesin berbasis Artificial Intelegence (AI) hanya membutuhkan hembusan nafas untuk mengetahui virus corona di dalam tubuh. 

Berita Terkait : Semoga Iklim Investasi Cepat Membaik, Perekonomian Pulih

"Hanya dalam dua menit kita mengetahui Virus Corona didalam tubuh. Lebih nyaman karena hanya perlu hembusan nafas. Tingkat keakuratan 97 persen," kata Bambang, saat diskusi virtual bersama Rakyat Merdeka, dengan tema ‘Pandemi Melahirkan Inovasi’, di Jakarta, pada Selasa (6/10).

Bambang memastikan alat tersebut tidak akan lama lagi akan dipakai oleh Rumah Sakit (RS). 

"Tinggal menunggu izin edar dari Kementerian Kesehatan. Kalau semuanya lancar, Desember alat ini sudah dipakai," jelas Bambang 

Bambang juga membocorkan harga mesin pendeteksi virus corona anak bangsa tersebut. Satu unit GeNose diperkirakan dibanderol Rp 40 juta dan mampu melakukan 100 kali pemeriksaan. 

Baca Juga : Blusukan Ke Jatim, Gobel Cs Terima Keluhan Pengusaha

"Ini bukan temuan baru dalam dunia kesehatan. Karena Finlandia, Prancis dan Israel sudah lebih dulu menggunakannya. Tapi kita harus bangga, karena memakai hasil karya anak bangsa," jelasnya. 

GeNose mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC). Adapun, VOC terbentuk lantaran adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama napas. Orang-orang yang akan diperiksa, terlebih dahulu diminta mengembuskan napas ke tabung khusus.

Kemudian, sensor-sensor dalam tabung itu  bekerja mendeteksi. Datanya akan diolah dengan bantuan kecerdasan buatan hingga memunculkan hasil. [DIR]