RMco.id  Rakyat Merdeka - Hubungan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan makin lengket dalam memerangi Corona. Selain mengabulkan semua permintaan Anies dalam penanganan Corona, Luhut juga menjadikan Jakarta sebagai role model penerapan aplikasi penegakan disiplin protokol kesehatan. 

Penunjukan Jakarta sebagai model pertama penerapan aplikasi penegakan disiplin protokol kesehatan diputuskan dalam rapat koordinasi tentang perubahan perilaku untuk pengendalian penularan Corona secara virtual, Senin (5/10). Rapat diikuti Anies, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. 

Dalam paparannya, Luhut mengatakan, dengan menggunakan aplikasi penegakan disiplin protokol kesehatan, para menteri, gubernur, Pangdam maupun Kapolda dapat memonitor operasi secara real time. Sebab akan terhubung dengan CCTV. “Rekomendasi ini untuk semua pihak terkait. Tujuannya agar lebih intens dalam memantau pelaksanaan protokol kesehatan,” kata Luhut. 

Baca Juga : Banjir Di Kalbar, PLN Berhasil Operasikan Kembali 23 Gardu Terdampak

Para personel TNI/Polri dan Satpol PP yang bertugas di lapangan, dapat memberikan laporan menggunakan sistem dan aplikasi secara terpadu. “Jakarta akan jadi model pertama penerapan sistem ini,” ujarnya. 

Bagaimana dengan operasi yustisi? Luhut meminta setiap gubernur, Pangdam dan Kapolda di delapan provinsi ditambah Aceh dan Riau, segera mengimplementasikan sistem monitoring perubahan perilaku. Sistem itu dibuat secara tim bersama Satgas. Delapan provinsi itu yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Sulawesi, Bali. “Operasi yustisi dan simpatik yang dilakukan harus lebih masif dan terarah, terutama menyasar tempat-tempat kerumunan dan wilayah klaster Covid-19,” bebernya. 

Pembuatan sistem ini membutuhkan waktu selama dua Minggu. Tim ahli Kemenko Maritim dan Investasi, bersama dengan Satgas Covid-19 bertugas sebagai penanggung jawab. Setelah selesai dibuat, setiap Pangdam dan Kapolda akan diberikan target minimal operasi harian yang harus dicapai. 

Baca Juga : Terpapar Corona, 2 Nakes Di Kabupaten Bogor Meninggal Dunia

“Kami akan berikan panduan teknisnya kepada Pangdam, Kapolda, dan Satpol PP. Kemudian akan nilai mana yang terbaik melakukan kerjanya, karena ini akan terpantau,” jelas Luhut. 

Apa ada penghargaan buat daerah yang sudah melaksanakan sistem tersebut? Luhut mengiyakan. Kata dia, pemerintah bakal memberikan penghargaan kepada Korem, Kodim dan Koramil serta Polres dan Polsek di setiap provinsi yang melaksanakan program ini secara baik. Penghargaan ini dapat berupa dana pembinaan ataupun rekomendasi sekolah. 

Lalu bagaimana tanggapan para Gubernur? Anies, Emil, Ganjar, Khofifah kompak mengamini. “We will follow the order (kami akan ikuti perintah),” kata Anies. 

Baca Juga : Kurangi Impor, Kementan Kembangkan Budidaya Bawang Putih di Probolinggo

Makin lengket hubungan Luhut dan Anies disambut baik warganet. “Nah gitu dong Opung, sekali-kali daerah Anies diangkat,” tulis akun @subhan_mars. Penilaian serupa diutarakan @AfriadiSulfi. Menurutnya, baru kali ini Luhut memberikan kesempatan ke Anies menjalankan program penanggulangan Corona. “Setelah sekian lama kebijakan Pak Anies diutak-atik, akhirnya nama pak Anies diangkat juga sama Pak Luhut. Mantabb,” tulis akun @AfriadiSulfi. 

Sikap positif Luhut tidak hanya diungkapkan di dunia maya, namun juga diakui di dunia nyata. Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin mengatakan, keputusan Luhut sudah tepat. Karena Jakarta memang provinsi yang dari awal menjadi episentrum Corona. [UMM]