RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai garda terdepan pangan tak lengah menjamin ketersediaan pangan khususnya di tengah pandemi Covid-19. Hal itu terlihat dari pertumbuhan kinerjanya yang masih menunjukkan neraca positif hingga kuartal III ini. 

Tak hanya itu, Kementan juga terus berupaya menjaga pendapatan petani dengan memberikan bantuan dan bimbingan selama berproduksi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak semua ASN pertanian baik pusat maupun daerah bersinergi dan tetap bekerja keras merealisasikan semua program pembangunan pertanian. 

Dia terus mendorong jajarannya mempercepat pengadaan bantuan, memberikan bimbingan teknis serta kegiatan lain agar produksi tetap terjaga.

Berita Terkait : Wamentan Harvick Dorong Keberlanjutan Kebijakan Utama Pertanian

Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan baru saja melakukan serah terima bantuan sarana produksi (Saprodi) untuk komoditas cabe dan tanaman obat di beberapa kabupaten di antaranya Probolinggo, Banyuwangi dan Serang. 

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Tommy Nugraha menyampaikan, program Direktorat Jenderal Hortikultura terus berjalan meskipun di tengah badai pandemi. Hal ini tak lain bertujuan mendorong petani terus bersemangat di lahan sehingga kebutuhan pangan negeri ini tetap tercukupi. 

"Hari ini saya menugaskan eselon III, IV dan staf untuk serah terima bantuan saprodi cabe dan tanaman obat di Probolinggo, Banyuwangi dan Serang. Kami juga membekali petani dengan bimbingan teknis budidaya cabe ramah lingkungan," ujar Tommy saat dihubungi terpisah, Jumat (2/10). 

Bantuan saprodi cabe yang diberikan berupa benih cabe dan likat kuning. Kabupaten Probolinggo dan Banyuwangi menerima bantuan pengembangan kawasan cabe seluas masing-masing 30 hektare dan Kabupaten Serang untuk 16 hektare. 

Baca Juga : Ikhlaskan, Insya Allah Syahid

Sementara bantuan pengembangan kawasan tanaman obat berupa benih jahe gajah akan didistribusikan ke petani pada pekan kedua Oktober. 

Petani juga dibekali bimbingan teknis budidaya cabe ramah lingkungan yang berfaedah bagi kelangsungan lingkungan. Selain lebih sehat untuk dikonsumsi, pola tanam ramah lingkungan dapat mendorong produksi lebih optimal sehingga meningkatkan pendapatan petani. Selain itu, hasil produksinya juga lebih berdaya saing. 

Petani sangat menyambut baik bantuan pemerintah ini. Ketua Kelompok Tani Surya Makmur Empat, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolingg, Sarino, berterima kasih karena terpilih sebagai salah satu kelompok penerima bantuan.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Didik Tulus Prasetya turut meminta petani mengadopsi teknologi baru seperti penggunaan benih hibrida termasuk menerapkan budidaya ramah lingkungan. 

Baca Juga : Komisi I : Tiru Bu Susi Dong, Tangkap Dan Tenggelamkan

“Kami mengarahkan untuk melakukan pengukuran produktivitas varietas cabe yang ditanam sehingga bisa membandingkan hasilnya dengan varietas lokal,” ujar Didik.

Untuk itu, sangat penting petani melakukan pencatatan. Catatan yang biasa disebut log book ini bisa menganalisis faktor mana yang penting dan menguntungkan serta mana yang perlu dikurangi untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Didik menjelaskan bahwa pertanaman cabe dilakukan Oktober-November, di luar jadwal kebiasaan tanam petani. Meskipun demikian, pihaknya memiliki alasan tersendiri memilih waktu tanam tersebut. 

"Memang bulan tersebut melawan musim tanam cabe di Kabupaten Probolinggo, tapi jika petani bertanam di bulan tersebut akan menemui harga bagus di saat panen di bulan Januari-Februari nanti," tegas Didik. [KAL]