RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah membantah, jika Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) merugikan buruh. Justru, undang-undang sapu jagat ini memberikan perlindungan kepada buruh. 

Salah satu yang tercantum adalah aturan mengenai jaminan sosial bagi pekerja atau buruh yang kena PHK. “Undang-Undang Cipta Kerja mengatur mengenai program jaminan kehilangan pekerjaan," ucapnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (7/10).

Berita Terkait : Kadin Pede UU Ciptaker Bikin Ekonomi RI Lari Kencang

Biasanya jaminan kehilangan pekerjaan berupa uang tunai, akses informasi pasar kerja, dan pelatihan kerja. Namun dalam undang-undang lebih memberikan kepastian bahwa hak pesangon itu diterima pekerja atau buruh.

"Di samping pesangon yang diberikan pengusaha, pekerja mendapatkan jaminan kehilangan pekerjaan yang ini tidak dikenal dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003," tuturnya.

Berita Terkait : UU Cipta Kerja Disahkan, Apindo Ngarep Jumlah Pengangguran Turun

Adapun jaminan kehilangan pekerjaan dimaksud adalah berupa cash benefit, vocasional training, dan pelatihan kerja. Manfaat tersebut tepat diberikan ketika orang mengalami PHK karena yang dibutuhkan adalah akses penempatan pasar kerja yang di-manage pemerintah.

"Sehingga kebutuhan dia ketika mengalami PHK dia akan mendapatkan pekerjaan baru,” pungkasnya. [DIT]

Berita Terkait : Kadin Optimis UU Cipta Kerja Bisa Bangkitkan Ekonomi