RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja optimalisasi lahan di Desa Margo Mulyo, Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Pulau Buru, Minggu (4/10).

Di sana, Mentan memantau jalannya produktivitas pertanian di Pulau Buru yang memiliki skala produksi mencapai 8 ton dalam sekali panen. 

Menurut Syahrul, capaian tersebut bisa bertambah banyak mengingat kondisi alam di Pulau Buru sangat menjanjikan.

Berita Terkait : Wamentan Harvick Dorong Keberlanjutan Kebijakan Utama Pertanian

"Caranya adalah varietas harus lebih bagus, budidaya yang diolah lebih dikembangkan, pupuk harus berimbang. Selain itu ,kita persiapkan pompa air pascapanen lebih rapih lagi agar bisa dimanfaatkan dengan maksimal," katanya.

Syahrul mengaku, kunjungan ke Halmahera merupakan perintah Presiden untuk melihat daerah yang bisa dikembangan serta dioptimalkan menjadi kekuatan ketahanan pangan khususnya di kawasan Indonesia Timur.

“Karena itu, Pulau Buru menjadi pilihan dan tentu akan kami optimalkan yang ada di sini. Inysa Allah pendekatan-pendekatan food estate seperti yang diharapkan Presiden kita coba terapkan di sini," katanya.

Baca Juga : Klaster Keluarga DKI Terus Meroket

Sebagai informasi, saat ini pemerintah sedang membangun pertanian integrasi Food Estate di sejumlah daerah. Food estate merupakan program dari beberapa macam komoditi yang ada, termasuk kebutuhan beras sebagai kebutuhan utama masyarakat Indonesia.

Bukan hanya itu saja, food estate juga membangun komoditi berbagai perkebunan, hortikultura, tanaman pangan dan peternakan.

Terkait rencana tersebut, Syahrul meminta kepada seluruh jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) turun tangan dalam memberikan bantuan berupa pupuk, bibit, alsintan serta sarana dan prasana lainnya.

Baca Juga : PUPR Gandeng BPKP Audit Pekerjaan Venue PON XX Papua

"Mari kita ubah peradaban karena di Pulau Buru banyak sekali yang bisa dijadikan penggedor laju sektor pertanian. Saya akan terus mengawal dan mendukung segala upaya penanam didaerah ini," katanya.

Perlu diketahui, Kabupaten Buru memiliki luas baku sawah 7,328 hektare. Bahkan di tahun 2019, panen padi mencapai 12,457 hektare dengan produktivitas 47,610 ton GKG atau setara 27,314 ton beras. [KAL]