RMco.id  Rakyat Merdeka - Jalur ganda kereta api lintas selatan Jawa resmi tersambung. Mulai dari Cirebon-Purwokerto-Kroya-Yogyakarta-Solo-Jombang. Total jalur ganda dari lintas tersebut mencapai 550 kilometer (km).

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, pembangunan Jalur ganda ini bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan kontrak multiyears yang dimulai sejak tahun 2013. Total dana yang digelontorkan untuk seluruh pembangunan proyek ini mencapai Rp 10 triliun.

BKS-sapaan akrab Budi Karya menjelaskan, skema pembiayaan SBSN ini merupakan salah satu skema inovatif yang diambil pemerintah untuk melakukan percepatan pembangunan di tengah keterbatasan APBN. "Proyek-proyek infrastruktur kereta api yang dibiayai melalui skema SBSN ini telah memiliki dampak yang cukup baik pada peningkatan level of service kereta api dari berbagai aspek seperti pengoperasian, pelayanan dan keselamatan," katanya dalam acara soft launching pengoperasian jalur ganda lintas selatan Jawa di Stasiun Solo Balapan, Kamis (8/10).

Berita Terkait : Bertemu Keluarga Korban Sriwijaya Air, BKS Pastikan Operasi Pencarian Dimaksimalkan

Dengan beroperasinya jalur ganda ini, kata Menhub, bukan berarti pekerjaan telah selesai. Proyek jalur ganda kereta api lintas selatan Jawa ini masih menyisakan pekerjaan sekitar 65 km lagi antara Jombang-Mojokerto-Wonokromo yang ditargetkan selesai dalam 1 sampai 2 tahun mendatang. 

Jalur ini akan memiliki panjang total sekitar 694 km yang terbentang mulai dari Cirebon-Prupuk-Purwokerto-Kroya-Gembong Kutoarjo-Yogyakarta-Solo-Kedung Banteng-Madiun-Jombang-Mojokerto-Wonokromo-Surabaya. "Dengan selesainya jalur ganda lintas selatan Jawa nantinya akan menyambungkan 3 kota aglomerasi besar yaitu Jabodetabek-Joglosemar-Gerbangkertasusila," ujarnya.

Eks Direktur Angkasa Pura ll ini mengapresiasi pembangunan jalur lintas selatan Jawa yang dilakukan oleh anak bangsa karena mampu membangun terowongan jalur ganda pertama di Indonesia. Di mana ada tiga terowongan yang dibangun dalam proyek ini yaitu, terowongan Notog, terowongan Kebasen, dan terowongan Ijo. Selain terowongan, ada juga membangun jembatan bentang panjang dan sistem persinyalan yang modern.

Berita Terkait : Kemenhub Dan ASDP Lepas Pelayaran Pedana LDF Dari Pelabuhan Patimban

"Ini bukti nyata bahwa kita telah mampu menghasilkan karya besar yang patut dicatat dalam sejarah perkeretaapian di Tanah Air," katanya.

Menhub menjelaskan, pembangunan jalur ganda ini memiliki arti yang sangat penting. Tidak hanya dari sisi ekonomi, moblitas orang dan distribusi logistik, tapi juga dari sisi dukungan pada program pemerintah terkait pengembangan 5 Bali Baru salah satunya adalah Borobudur.

"Dukungan konektivitas ke Borobudur dengan moda kereta api sangat penting. Untuk itu saya mendorong agar jalur kereta api kearah Borobudur bisa selesai tepat waktu dan terintegrasi dengan jalur kereta apai lintas selatan Jawa ini," jelasnya.

Berita Terkait : Subsidi Dan Lintas Pelayanan Kereta Perintis Naik Tahun 2021

Sejak beroperasi secara parsial, hasil dari pembangunan jalur ganda kereta lintas selatan Jawa pun sudah mulai terlihat dengan meningkatnya jumlah perjalanan kereta api antar kota dari 172 kereta per hari pada 2015, menjadi 291 kereta per hari di 2019. 

Kementerian Perhubungan, kata Menhub, terus berupaya mewujudkan konektivitas nasional yang handal, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah. Kereta api jadi salah satu transportasi massal yang ramah lingkungan, kepastian jadwal dan tingkat keselamatannya tinggi.

Untuk diketahui, alokasi anggaran pembangunan infrastruktur perekeretaapian menjadi yang terbesar dalam dua tahun terakhir yaitu sekitar Rp 17 triliun pada tahun anggaran 2019 dan sekitar Rp 10 triliun pada tahun anggaran 2020. [KPJ]