RMco.id  Rakyat Merdeka - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta masyarakat untuk tidak menganggap enteng masalah Covid-19.

Minimnya sosialisasi dan pemahaman masyarakat mengakibatkan masyarakat tidak percaya dengan ancaman Covid-19, akibatnya masyarakat bersikap masa bodo. 

"Jangan anggap enteng Covid-19, sekali lagi jangan anggap enteng Covid-19. Belum ada satu pun ahli di dunia ini yang betul-betul bisa menjabarkan dan menjelaskan Covid-19 secara detail seperti penyakit-penyakit yang lain yang sudah sangat banyak dikenal dan dikuasai oleh para pakar," kata Doni, saat diskusi virtual Wartawan Bertanya Doni Menjawab, di Graha BNPB, Jakarta, kemarin. 

Doni mengakui, berdasarkan survei masih ada masyarakat yang tidak percaya dan merasa kebal dengan virus corona.

Berita Terkait : Awas Ya, Salah Pake Masker Berpotensi Terpapar Corona

Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik, secara nasional masih ada 17 persen warga negara Indonesia yang merasa yakin dan sangat tidak yakin atau sangat tidak mungkin akan terpapar Covid-19. 

“17 persen ini sangat tinggi, karena setara dengan 44,9 juta orang. Ini tantangan yang harus kita hadapi, ini terjadi pertama karena sosialisasi, masih banyak masyarakat yang belum dapat informasi yang utuh,” ujarnya. 

Dengan adanya hasil tersebut, Doni mengungkapkan bahwa pemerintah dibantu masyarakat perlu mengerahkan seluruh tenaga mengedukasi dan sosialisasi lebih massif ke masyarakat bahwa Covid-19 bukanlah rekayasa dan bukan konspirasi.

Dalam survei BPS tersebut juga tercatat Bali menduduki urutan ke-11 dari 34 provinsi yang yakin tak akan terpapar Covid-19. Adapun, di posisi pertama adalah Maluku yaitu 29 persen.

Berita Terkait : Satgas Akui Sulit Lakukan Testing Di Daerah Terpencil

Kedua Sulawesi Selatan 27,66 persen, dan Bali di urutan 11 dengan 20,78 persen. 

“Angka BPS ini sangat akurat mengingat respondennya besar 90.967 orang. Jadi hal ini tentu menjadi perhatian kita semua, termasuk Bali yang kita harapkan bisa menjadi motor dan pelopor dalam penanganan Covid-19 karena Bali punya tradisi yang sangat kuat,” ungkapnya. 

Sebagai salah satu yang mendapat lonjakan kasus cukup banyak, Doni mengungkapkan pihaknya sudah mengimbau Gubernur Bali untuk lebih banyak melibatkan masyarakat dalam penanganan Covid-19 untuk meningkatkan kesadaran.

“Ini agar bisa diikuti juga di semua daerah. Upaya penanganan jangan hanya pemerintah, tapi juga seluruh masyarakat. Dokter sudah bekerja keras dengan luar biasa melihat angka kesembuhan yang terus naik,” jelasnya. 

Berita Terkait : Ayo Ibu, Ajarkan Anak Pake Masker Sejak Dini

Doni menegaskan Covid-19 mengancam nyawa 24 jam dalam sehari. Karena itu, setiap orang harus tetap waspada dan disiplin melakukan protokol kesehatan untuk mencegah penularan dan penyebaran Covid-19.

Ditegaskan, Covid-19 ini nyata, bukan rekayasa, Covid-19 ini juga bukanlah konspirasi. Korban jiwa di tingkat global telah mencapai lebih dari satu juta orang dan yang terpapar Covid-19 lebih dari 35 juta orang.

"Di Tanah Air kita pun angkanya sangat besar sudah lebih dari 300 ribu orang yang terpapar Covid-19 dan yang wafat yang meninggal sudah lebih dari 11.000 orang, termasuk para dokter yang gugur dalam melakukan tugasnya," papar Doni. 
 Selanjutnya