RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendukung sosialisasi Undang-undang Cipta Kerja secara transparan ke daerah.
 
Hal itu disampaikan Tito bersama Menko Polhukam, Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan sejumlah menteri lainnya saat memberikan spirit dan substansi dari Undang Undang Cipta Kerja  kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
 
“Sosialisasi ini sangat penting agar memiliki kesamaan visi terhadapa UU Cipta Kerja," kata Tito, Rabu (14/10).
 
Kemudian lanjut Tito, juga dapat mengambil langkah-langkah yang responsif ketika ada demonstrasi saja.

Berita Terkait : Hippi: UU Cipta Kerja Wajibkan Investor Asing Lakukan Alih Teknologi

"Tapi juga langkah langkah proaktif dalam menjelaskan UU Cipta Kerja,” ujar Mendagri dalam Rapat Koordinasi Sinergitas Kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Pelaksanaan Regulasi Omnibus Law.
 
Mendagri juga menyarankan agar materi yang berasal dari lebih dari 70 undang-undang yang digabung menjadi UU Cipta Kerja itu dapat dipelajari berdasarkan pokok-pokok permasalahan yang ada di masing-masing daerah sehingga menghindari penggunaan waktu yang tidak efektif.
 
Oleh sebab itu, Mendagri akan memberikan soft copy untuk disebarkan kepada pemerintah daerah  dan forkopimda, sehingga bisa dijadikan sebagai rujukan dan referensi untuk rencana pelaksanaan pembelajaran dan pendalaman di daerah masing-masing.
 
“Kepala daerah dan forkopimda, silahkan kalau mau mempelajari bahan UU Cipta Kerja," ucapnya.
 
Mendagri juga mengingatkan, akan kesulitan-kesulitan yang akan terjadi. Salah satunya kesibukan perangkat daerah dalam menjalankan tugasnya ditambah dengan tugas sosialisasi itu.
 
"Jadi silahkan buat tim kecil untuk mengidentifikasi dan mengartikulasikan isu-isu yang menjadi perbincangan di daerah masing-masing,” kata Mendagri. [NOV]