RMco.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meninjau lokasi terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Di sana, Doni memuji ketangguhan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam penanganan bencana. 

Doni mengatakan, bahwa ketangguhan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi bencana yang kerap kali terjadi di Indonesia, terlebih di tengah pandemi Covid-19.

“Kekompakan dan ketangguhan masyarakat yang membuat optimis dalam menghadapi bencana saat ini,” kata Doni, Kamis (15/10).

Berita Terkait : Banjir di Garut, 7 Rumah Rusak Berat

Doni menjelaskan, bahwa penanganan bencana di Kabupaten Garut dapat menjadi pelajaran bagi daerah lain. 

“Kesiapsiagaan dalam menghadapi banjir dan tanah longsor dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain,” ujar Doni.

Hal ini terbukti pada 11 dan 12 Oktober dini hari,  masyarakat sudah siaga, dengan saling berbagi informasi mulai dari hulu ke hilir untuk mengantisipasi turunnya air bah.

"Sewaktu air melanda sejumlah desa, masyarakat sudah berada di tempat-tempat yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah dengan aman,” lanjutnya.

Baca Juga : 600 Bekas Pasukan ISIS Dibebaskan Otoritas Kurdi

Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan,  bahwa tidak ada korban jiwa satu orang pun dalam peristiwa banjir dan tanah longsor di Kabupaten Garut.

“Hal ini berkat kesiapsiagaan masyarakat yang telah terlatih dengan adanya Desa Tangguh Bencana, yang tentunya akan terus kami kembangkan di masa depan,” ujar Rudy.

Rudy menjelaskan, bahwa Kabupaten Garut memiliki potensi ancaman bencana yang beragam, mulai dari gunung berapi, tsunami, banjir, pergerakan tanah dan tanah longsor. 

Namun Rudy mengapresiasi kehadiran BNPB dalam memberikan bimbingan langsung terkait mitigasi bencana serta bantuan kepada masyarakat.

Baca Juga : Erick Bangga, BUMN Indonesia Dipercaya Pasar Global

“Kami akan terus belajar dan memberi pemahaman kepada masyarakat dengan bimbingan dari BNPB terkait mitigasi bencana yang terjadi,”   ujarnya.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, data kerusakan yang per 15 Oktober 2020 antara lain 154 rumah rusak berat, 217 rusak sedang dan 628 rusak ringan serta berdampak pada fasilitas lainnya seperti sekolah, rumah ibadah, jembatan dan jalan yang terputus.

BNPB juga memberikan bantuan dalam mendukung penanganan banjir di Kabupaten Garut berupa Dana Siap Pakai (DSP) sebesar satu miliar rupiah, 300 selimut, 150 unit tenda gulung, delapan unit tenda keluarga, dua set tenda pengungsi, satu lampu air garam, dan family kit. (KPJ)